Berita

Momen Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) duduk satu meja dalam acara welcome dinner G20 di Bali/Net

Politik

Megawati-SBY Duduk Satu Meja, Masinton: Ini yang Ditunggu Lama Masyarakat Kita

RABU, 16 NOVEMBER 2022 | 19:03 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Banyak pihak mengapresiasi momen dimana Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono duduk satu meja saat jamuan makan malam di KTT G20, di Bali.

Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan formil G20 yang turut mengudang presiden dan wakil presiden di dunia, termasuk mengundang mantan presiden dan mantan wakil presiden di Indonesia.

"Jadi kehadiran Bu Mega, Pak Jokowi, Pak JK, Pak Hamzah Haz diundang sebagai presiden dan wakil presiden. Dan Ketua DPR ada Mbak Puan di dalam satu meja makan tersebut,” kata Masinton kepada wartawan, Rabu (16/11).


Menurutnya, dengan adanya momentum duduk bersama Megawati dan SBY tersebut menjadi gambaran bahwa tidak ada sekat antara mereka yang selama ini dicerminkan keduanya belum berdamai.

"Ini sebetulnya kan suasana yang ditunggu-tunggu lama oleh masyarakat kita. Para pemimpin elit-elit kita ternyata bisa duduk bareng. Maka di masyarakat jangan sampai terbawa suasana politik keterbelahan,” katanya.

"Artinya bahwa politik itu suasana yang sangat dinamis. Perbedaan itu biasa. Bisa bertemu dalam satu forum yang sama dalam suasana yang baik,” imbuhnya.

Dia menambahkan pertemuan tersebut tidak harus dalam forum yang resmi, dan bisa juga di luar acara formil pertemuan itu terjadi.

"Artinya bahwa mencoba untuk membangun sentimentil keterbelahan menurut saya tidak relevan. Bahwa ada perbedaan secara politik ya biasa biasa saja. Masyarakat harus kita ajak untuk bersikap lebih demokratis menjaga kebersamaan tadi,” tutupnya.

Diketahui publik selama ini memang hubungan antara Megawati dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) panas dingin. Hal ini, berawal saat Indonesia akan menggelar Pilpres secara langsung pada 2004. Saat itu SBY sebagai Menko Polhukam ketika Megawati menjadi Presiden ke-5. SBY dianggap Megawati menikamnya dari belakang lantaran maju “secara diam-diam” menjadi salah satu kandidat presiden.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya