Berita

Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno/RMOL

Politik

Pilpres 2024, PAN Ingin Dahulukan Politik Gagasan

RABU, 16 NOVEMBER 2022 | 02:18 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengatakan, bahwa ke depan politik gagasan harus digaungkan dalam kontestasi kepemimpinan nasional.

Menurutnya, masyarakat jangan sampai membeli kucing dalam karung soal calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres yang akan datang.

Hal itu disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam acara diskusi bertema Suksesi Kepemimpinan 2024 yang digelar oleh PP Muhammadiyah dalam menyambut Muktamar Muhammadiyah, Selasa (15/11).


"Kita di PAN ingin mengdahulukan mengedepannan politik gagasan untuk meluasnya segala bentuk politik identitas, primordialisme dan lain-lain," kata Eddy.

Menurutnya, pemilu sebelumnya cukup harus menjadi pelajaran. Dimana kala itu terjadi politil pecah belah, munculnya Buzzer hingga adanya fenomena cembong dan kampret.

"Empat pilar salah satu pegangan kita. Sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab. Di medsos apakah itu yang kita harapkan hoaks caci maki. Itu menjadi catatan kita," tuturnya.

Untuk itu, ia menilai politik gagasan juga diharapkan bisa jadi pertimbangan untuk dibahas dan didalami di Muktamar Muhammadiyah. Ia berharap ke depan ruang-ruang publik tak diisi lagi dengan hal-hal yang kotor.

"Khusus untuk capres-cawapres, kita menghendaki jangan sampai lagi kita beli kucing dalam karung. Kalau politik gagasan kita kedepankan apa yang ditawarkan kandidat-kandidat itu, apa yang disampaikan terdokumentasikan dan kita bisa uji di ruang-ruang akademik," tuturnya.

"Inilah yang jadi perdebatan kita ke depan. Jadi perdebatan gagasan ini yang kita harapkan. Saling merangkul jangan memukul," sambungnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya