Berita

Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun/Net

Politik

Komisi VI Pertanyakan Strategi Perum Perumnas Soal Penggunaan Dana PMN Rp 1,56 Triliun

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 22:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro diminta untuk menjelaskan strategi BUMN tersebut dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi pada 2023.

Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun mengatakan, penjelasan itu terkait dengan rencana pemberian penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,56 triliun pada Perum Perumnas.

“Bapak tadi menjelaskan bahwa PMN ini bisa meningkatkan rasio keuangan perusahaan, namun belum ada jurus menghadapi ‘gelapnya’ ekonomi 2023,” kata Rudi Hartono Bangun dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR dan Perum Perumnas terkait Pendalaman PMN 2022, Selasa, (15/11).


Pasalnya, kata Rudi, prediksi ekonomi pada 2023 masuk resesi ekonomi global. Sehingga, jangan sampai pemberian PMN Rp 1,56 Triliun ini menjadi sia-sia.

“Karena ini uang rakyat. Jadi harus ada penjelasan detail dari direksi perumnas soal rencana penggunaan dana PMN, sebab kalau tidak, dananya dikhawatirkan bisa menguap,” katanya.

Pada kesempatan itu, legislator Nasdem ini juga mempertanyakan kinerja keuangan Perumnas dengan adanya ancaman resesi ekonomi global ini. Pasalnya, ancamat resi itu tentuk membawa dampak pada target penjualan rumah.

"Apa masih ada pembeli rumah dengan situasi ekonomi seperti itu, jadi ini butuh penjelasan secara bisnis yang matang,” paparnya.

Mendapat pertanyaan itu, Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menegaskan, dana PMN dari pemerintah akan digunakan untuk membangun 13.545 unit rumah. Alokasinya akan dibagi menjadi dua, yakni untuk pembangunan rumah tapak dan rumah susun.

“Adapun secara unit, total yang bisa kami bangun adalah 13.545 unit rumah. Sebanyak 2.678 unit merupakan hunian rumah susun dan 10.867 unit merupakan rumah tapak,” kata Budi.

Dia juga menambahkan, secara rupiah untuk rumah susun nanti akan menggunakan dana PMN ini kurang lebih Rp 443 miliar, kemudian untuk rumah tapak sebesar Rp 1,12 triliun yang akan dialokasikan untuk bangunan dan penyelesaian persediaan.

Terdapat 27 lokasi untuk rumah tapak dan empat lokasi untuk rumah susun yang akan menggunakan dana PMN tersebut.

“Kami mencoba menyelesaikan pada lokasi-lokasi yang mempunyai persediaan cukup banyak dan animo terhadap kepemilikan rumah melalui Perumnas ini cukup besar,” demikian Budi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya