Berita

Gazalba Saleh, salah satu Hakim Agung yang jadi tersangka suap di KPK/RMOL

Politik

Dituding Sarang Koruptor, Jubir MA: Jangan Semua Hakim Agung Digeneralisir

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 05:31 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Paska penetapan Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh sebagai tersangka suap dalam pengurusan perkara di Mahkamah Agung, muncul tudingan bahwa dari Anggota Komisi III DPR Desmond J. Mahesa bahwa lembaga tersebut menjadi sarang koruptor.

Merespons tudingan itu, Jurubicara MA Andi Samsan Nganro mengatakan bahwa pernyataan seperti " MA Sarang Kuruptor", jelas itu merupakan kritik yang berlebihan dan sudah melampaui batas kritikan yang konstruktif.

Kata Andi, pernyataan itu bisa membawa dampak yang justru merugikan karena tidak hanya mengurangi kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan tertinggi bagi rakyat pencari keadilan dalam negeri tetapi juga bagi investor luar negeri.                              


"Membangun dan memperbaiki sistem peradilan di MA sebagai wujud dan simbol negara hukum Republik Indonesia menjadi tanggung jawab bersama," demikian kata Andi, Senin (14/11).

Bagi Andi, pihak seperti DPR juga turut mengambil peran serta dalam memilih dan menentukan hakim agung sebagai pemegang palu keadilan di MA.             

Ia mengakui, bahwa di MA saat ini ada masalah yang terjadi. Meski demikian, KPK sebagai lembaga antirasuah sedang dalam proses penanganan di tingkat penyelidikan/penyidikan.

Terkait adanya hakim agung yang terlibat dalam masalah tersebut dan sampai di mana keterlibatannya, Andi mengajak masyarakat menunggu proses hukumnya yang sedang ditangani KPK.

"Adanya kejadian ini hendaknya jangan digeneralisir semua hakim agung yang ada di MA tidak layak lagi keberadaannya," jelas Andi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya