Berita

Politisi PKS Nasir Djamil/Net

Politik

Ini Respons PKS Soal Isu Bohir Koalisi Pencapresan Anies Baswedan

SENIN, 14 NOVEMBER 2022 | 22:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

PKS merespons soal isu yang dihembuskan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah yang menyebut belum sepakatnya para bandar alias bohir membuat Nasdem, Demokrat dan PKS belum juga mendeklarasikan koalisi pengusung Anies sebagai capres.

Politisi senior PKS Nasir Djamil menuturkan bahwa, pencapresan merupakan persoalan strategis antara partai politik, dan juga soal nasib rakyat serta bangsa ke dapannya. Atas dasar itu, dalam melakukan pengambilan keputusan harus cermat dan juga melihat aspirasi yang muncul di tingkat bawah.

“Jadi bukan berarti misalnya ada kesan seolah-olah PKS misalnya belum rela atau ada nama lain untuk menjadi cawapres lain dsb. Atau soal bohir lah, soal pemodal dsb. Sebab saya percaya bahwa dukungan rakyat segala-galanya,” ujar Nasir kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (14/11).


Menurutnya, penentuan capres harus cermat oleh partai politik tidak terkecuali PKS maupun Nasdem, dan Demokrat. Bahkan seluruh partai politik, tujuannya agar bisa menang di pemilu. Bukan karena adanya bohir yang memberikan modal besar. Sebab menurut Nasir, suara rakyatlah pada akhirnya yang menentukan.
 
“Dan itu juga sudah terjadi di beberapa tempat. Ada calon-calon yang punya bohir dan didukung oleh banyak partai tapi kalah dengan calon independen misalnya. Jadi uang bukan segala-galanya. Meskipun memang dia bisa menentukan segala-galanya. Tapi sekali lagi, dukungan rakyat lah yang paling diutamakan, dukungan rakyat paling besar. Jadi ini bukan soal bohir soal pemodal ya,” tegasnya menambahkan.

Menurutnya, soal nasib bangsa ke depan harus dipikirkan oleh partai politik dan perlu adanya keguyuban dalam menentukan calon presiden yang bakal memimpin bangsa Indonesia selama lima tahun lamanya.

“Ini soal strategis soal nasib bangsa ke depan soal bagaimana Indonesia bisa guyub. Belum apa-apa sudah ada polarisasi. Sudah ada upaya menghadirkan politik identitas,” katanya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya