Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR Telanjangi Sebab PDB Indonesia Rangking ke-7, Politisi Demokrat: Mencerahkan!

SENIN, 14 NOVEMBER 2022 | 16:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rangking Indonesia dalam hal Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) pada tahun 2022 ini meningkat cukup pesat. Penyebab dari hal ini diulas oleh mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli.

Menariknya, ulasan Rizal Ramli terkait rangking PDB/GDP Indonesia tahun 2022 ini dinilai sebagai penjelasan yang membuat masyarakat memahami tentang perekonomian dengan cukup jelas tapi disampaikan secara sederhana.

Salah satu pihak yang memberikan apresiasi kepada sosok yang sering disapa dengan akronim namanya, RR, ini adalah politisi sekaligus Anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat, Benny K. Harman, melalui akun Twitternya, Selasa (14/11).


"Penjelasan yang mencerahkan, logis dan rasional. Rakyat yang semula belum tahu kini menjadi tahu. Yang sebelumnya tidak mengerti sekarang sudah mengerti. Masalah sulit tapi dijelaskan dengan bahasa sederhana," ujar Benny.

Penjelasan Rizal Ramli terkait dengan rangking PDB/GDP Indonesia disampaikan pula di dalam akun Twitternya pada Minggu kemarin (13/11).

Mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini menyatakan, kenaikan rangking PDB/GDP Indonesia adalah karena metode perhitungan yang digunakan tak cukup koperhensif dalam menjelaskan keadaan sebenarnya dari perekonomian dalam negeri.

Dia mengurai, tolok ukur yang digunakan pemerintah saat ini adalah power purchasing parity (PPP) atau Keseimbangan kemampuan berbelanja atau kerap disebut paritas daya beli.

"Benar Indonesia masuk G-20 karena PDB (GDP) pada urutan ke-17 dengan nilai USD 1,29 Trilliun (2022). Dengan ukuran PPP (Power Purchasing Parity) rangking RI naik jadi nomor 7, tapi hitungan PPP itu sumir, tidak lazim dan banyak kelemahan!" tuturnya.

Lebih dari itu, Rizal Ramli mencatat PDB/GDP per kapita Indonesia pada tahun 2022 terbilang rendah jika dilihat dari segi tingkat pendapatan masyarakat yang justru memperlihatkan ketimpangan.

"Pejabat doyan pakai (indikator) PPP supaya kelihatan hebat. Tapi dari segi yang penting untuk kesejahteraan rakyat, GDP per kapita Indonesia sangat rendah di dunia, nomor 104," ujarnya.

"Tahun 2021: GDP per kapita Indonesia hanya 4.291 dolar per orang, Malaysia 11.371 dolar dan Thailand 7.233 dolar. Itupun ketimpangan pendapatan di RI sangat tinggi karena tidak pro-rakyat!" tandas Rizal Ramli. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya