Berita

Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas saat silaturahim dengan tokoh agama Sulsel/Ist

Politik

Bertemu Ribuan Tokoh Agama Sulsel, Menag Ulas Pentingnya Moderasi Beragama

SENIN, 14 NOVEMBER 2022 | 00:35 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Masyarakat kembali ingatkan tentang pentingnya moderasi beragama dalam menjalankan kehidupan beragama dan berbangsa ditengah masyarakat.

Peringatan itu disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas saat silaturrahmi bersama tokoh agama Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (13/11).

Di hadapan ribuan tokoh agama itu, Yaqut berpendapat bahwa moderasi beragama bukan agamanya yang dimoderasi, tapi perilaku kita dalam beragama itu yang dimoderasi. Tujuannya, agar tidak terlalu ekstrem ke kanan dan tidak terlalu ke kiri.


"Karena pada prinsipnya agama itu memang berada ditengah-tengah, dan pastinya tidak ada agama yang menghendaki pengikutnya bersikap ekstrem," demikian kata Yaqut.

Lebih lanjut Menag menambahkan Tuhan itu mencintai dan menyukai kasih sayang, namun terkadang kita menemukan umat yang mengaku beragama, tapi melakukan kekerasan-kekerasan kepada umat lain.

"Dulu orang saling mengasihi karena agama, Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi satu sama lain, karena kita berpegang kepada nilai-nilai agama, tetapi sekarang kita lihat banyak orang berselisih karena beda agama," ulas politisi PKB itu.

Ketua Umum GP Ansor itu mengingatkan agar para tokoh agama memberikan pemahaman kepada umatnya, agar memahami hakikat dari agama itu diturunkan.

 "Saya kembali ingatkan, demi umat bergama dan demi agama yang kita pegang kuat keyakinannya, demi bangsa dan negara ini, tolong sampaikan kepada umat bapak ibu sekalian agar menyikapi agama sebagaimana dulu diturunkan dan dituntunkan bagi umat manusia," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya