Berita

Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM)/Net

Politik

Poros Rawamangun Usul BPOM Dibubarkan

MINGGU, 13 NOVEMBER 2022 | 07:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap tanggal 12 November bertepatan dengan sebaran kasus gagal ginjal aku yang menyerang anak-anak usia 6 hingga 18 bulan. Padahal HKN yang ke-58 tahun ini mengusung tema “Bangkit Negeriku Sehat Indonesiaku”.

Sementara di satu sisi, generasi penerus bangsa yang harusnya mendapatkan perlindungan serius dari negara, justru menjadi korban dari kelalaian atau mungkin adanya kegagalan dari institusi pengawasan obat dan makanan. Ketua Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto menilai Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) lalai dalam mengawasi peredaran obat dan makanan yang tercemar oleh bahan baku pelarut Propilen Glikol dan produk jadi mengandung Etilen Glikol (EG) yang melebihi ambang batas. EG diduga menjadi penyebab gagal ginjal yang menyebabkan ratusan anak Indonesia meninggal dunia.

“Kondisi tersebut sangat ironis dengan Tema Hari Kesehatan Nasional 2022 ‘Bangkit Negeriku, Sehat Indonesiaku’. Bagaimana bisa mewujudkan Indonesia sehat kalau akibat diduga adanya kelalaian BPOM mengawasi peredaran obat-obatan, sehingga sebanyak 350-an Balita harus menjadi korban sia-sia,” tegas Rudy Darmawanto kepada wartawan, Minggu (13/11).


Menurut Rudy, peringatan HKN ke-58 tahun sesungguhnya adalah momentum untuk melakukan refleksi bagi seluruh komponen bangsa, terutama pemerintah dalam hal ini adalah kementerian Kesehatan. Refleksi tersebut untuk membentuk kesehatan masyarakat yang bukan hanya bicara tentang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Bukan juga soal bicara sarana prasarana penunjang kesehatan, melainkan mengenai kesehatan makanan, minuman dan juga obat-obatannya, yang seringkali dilupakan dan bahkan dilalaikan begitu saja.

Akibatnya, sambung Rudy, muncul penyakit dari makanan atau obat-obatan yang tidak bisa diantipasi maupun dicegah.

“Misalnya dalam kasus gangguan ginjal akut ini dikarenakan lemahnya sistem pengawasan BPOM dan pemerintah dalam mendeteksi obat yang mengandung senyawa berbahaya,” urainya.

Seharusnya para pihak berwenang lebih aware, tidak menunggu kasus seperti ini sampai memakan korban ratusan di kalangan balita dan anak-anak.

Oleh karena itu, Rudy menilai BPOM tidak bisa lepas tanggung jawab dan tidak bisa berlindung di balik kekuasaan. Dia pun mengusulkan agar BPOM dibubarkan saja, diganti oleh sebuah Dewan Pengawasan Obat dan Makanan yang beranggotakan pihak-pihak yang berkompeten, yakni Ikatan Dokter Indonesia, komunitas ahli gizi, dan kepolisian.

“Kemudian bekerja dengan prinsip transparan, kredibel, kolektif serta akuntabel,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya