Berita

Ekonom Senior Rizal Ramli/Net

Politik

Tertinggal Malaysia yang Tumbuh 14,2 Persen, RR: Ekonomi RI Harusnya Lebih Tinggi

SABTU, 12 NOVEMBER 2022 | 12:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 dinilai belum optimal, mengingat potensi pengelolaan sumber daya dalam negeri bisa menopang angka yang seharusnya bisa lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikan mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin), Rizal Ramli, melalui akun Twitternya, Sabtu (12/11).

Dalam postingannya Rizal Ramli menyajikan data perbandingan pertumbuhan ekonomi 4 negara, yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia.


Dari keempat negara tersebut, data yang disajikan mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini memperlihatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 jauh lebih rendah dari tiga lainnya.

Tercatat, ekonomi Indonesia pada 3 bulan ketiga tahun ini sebesar 5,7 persen. Sementara pada periode yang sama tiga negara lainnya lebih tinggi yaitu Filipina (7,6 persen), Vietnam (13,7 persen), dan Malaysia (14,2 persen).

Dari data perbandingan pertumbuhan ekonomi 4 negara anggota ASEAN tersebut, Rizal Ramli menyayangkan negara tempatnya tumbuh justru terbilang sangat rendah.

Padahal menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, jika dikelola dengan baik, mampu mendongkrak perekonomian dalam negeri melebihi 3 negara ASEAN yang tercantum dalam data tersebut.

"Indonesia harusnya bisa tumbuh lebih tinggi dari negara-negara Asean ini, karena RI memiliki lebih banyak Sumber Daya Alam dan komoditi," demikian RIzal Ramli.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya