Berita

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dan Anies Baswedan/RMOL

Politik

Tiga Faktor Koalisi Perubahan Meredup dan Layu Sebelum Berkembang

SABTU, 12 NOVEMBER 2022 | 09:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Batalnya deklarasi koalisi perubahan yang sejatinya akan dilakukan Nasdem, Demokrat, dan PKS untuk menentukan bakal calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan menandakan ada kesepakatan politik yang belum deal.

"Sebenarnya pembatalan deklarasi bukan sebatas permasalahan deadlock penentuan tanggal ya, tapi secara tersirat ada pertimbangan kalkulasi untung rugi partai berkoalisi," kata pengamat politik Ikhwan Arif kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/11).

Deal-deal politik yang belum sepakat inilah lantas membuat koalisi perubahan terkesan meredup.


Pengamat dari Indonesia Political Power ini memandang, ada penyebab kalkulasi politik di balik meredupnya poros perubahan.

Pertama, faktor figur atau ketokohan yang menjadi pertimbangan dasar arah poros perubahan berkoalisi. Penentuan nama tokoh pendamping Anies menjadi titik tumpu ketiga partai membangun sinyal berkoalisi, citra partai politik akan dipertaruhkan dalam memilih figur pendamping Anies.

"Jika yang dipilih cawapres non partai citra partai akan meredup dampaknya ya poros koalisi juga semakin loyo," sambungnya.

Kemudian ada faktor momentum atau 'timing'. Keputusan Nasdem mendeklarasikan Anies dinilai terlalu cepat.

"Momentum gerak cepat ini menjadi faktor meredupnya poros koalisi, sebab PKS dan Demokrat sudah ketinggalan momentum dalam mengusung bakal capres pilihan partai sendiri," sambungnya.

Dalam dinamika politik, kata da, perbedaan kalkulasi untung-rugi partai politik suatu hal yang lumrah sehingga sikap politik yang berubah-ubah sering menentukan keberpihakan partai koalisi untuk tetap bertahan di koalisi atau keluar dari poros koalisi.

Terkahir ada faktor presidential threshold (PT) yang merupakan faktor pondasi pembentukan koalisi. Tanpa akad koalisi dengan PKS dan Demokrat, poros perubahan belum layak memenuhi ambang batas pencalonan sebesar 20%, meski Nasdem sudah mendeklarasikan Anies Baswedan.

"Beda halnya dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Koalisi Indonesia Raya (KIRl) yang sudah mencapai angka presidential threshold 20% dan sudah resmi akad. Sepertinya strategi poros perubahan lebih kepada mengunci nama Anies, dibandingkan mendahului deklarasi koalisi ketiga partai," tandasnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya