Berita

Dunia

Biaya Membengkak, Indonesia Kembali Mengajukan Utang ke China untuk Penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 06:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengalami pembengkakan biaya yang membuat Indonesia harus mengajukan pinjaman lagi.

Konsorsium yang membangun proyek tersebut telah melakukan negosiasi dengan China Development Bank (CDB) untuk bisa membantu mendanai pembengkakan anggaran sebesar 1,03 miliar dolar AS atau senilai Rp 16,1 triliun. Seperti diketahui, 75 persen pembiayaan memang berasal dari pinjaman.

Dwiyana Slamet Riyadi, presiden direktur konsorsium, atau yang dikenal sebagai KCIC, mengatakan proyek KCJB senilai 6 miliar dolar AS itu menghadapi biaya yang membengkak karena beberapa masalah termasuk biaya pengadaan tanah yang lebih tinggi, penundaan konstruksi karena pandemi, dan kenaikan harga-harga.


Channel News Asia dalam laporannya pada Rabu (9/11) mengatakan bahwa total peningkatan biaya diperkirakan mencapai1,45 miliar dolar AS.

Didiek Hartantyo, presiden direktur perusahaan kereta api milik negara PT KAI, salah satu perusahaan dalam konsorsium tersebut menekankan bahwa Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China telah menyetujui 75 persen dari biaya tersebut harus didanai oleh pinjaman bank, sementara untuk sisanya akan dibiayai oleh peningkatan modal pemangku kepentingan.

KAI sedang dalam proses meminta persetujuan parlemen untuk penyertaan modal sebesar Rp 3,22 triliun dari negara, sementara China Railway Engineering Corporation dan perusahaan negara China lainnya diperkirakan akan meningkatkan kepemilikannya sebesar Rp 2,15 triliun, menurut Didiek.

Pembengkakan biaya proyek KCJB lebih kecil dari perkiraan awal yang menyebut angka hampir 2 miliar dolar AS.

KCJB merupakan Inisiatif Sabuk dan Jalan paling terkenal di negara Asia Tenggara, yang pada awalnya didanai dengan pinjaman setara dengan 4,55 miliar dolar AS dari CDB dengan jangka waktu 40 tahun.

Saat ini, diskusi mengenai pinjaman modal untuk proyek tersebut tengah berlangsung, menjadi tanda bahwa proyek yang disepakati pada 2015 itu kembali mengalami penundaaan.

Pemerintah Indonesia berharap jalur kereta api sepanjang 142 km yang menghubungkan ibu kota Jakarta dengan kota Bandung, bisa diselesaikan pada Juni 2023.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya