Berita

Peluncuran Papua Digital Academy/Ist

Nusantara

EMP Siapkan SDM Papua Sambut Era Society 5.0 Lewat Papua Digital Academy

KAMIS, 10 NOVEMBER 2022 | 01:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Papua Digital Academy hadir untuk memberikan bekal bagi anak muda Papua dengan keterampilan menulis, desain infografis, dan desain videografis. Program tersebut diluncurkan oleh Eksponen Muda Papua (EMP).

Ketua Umum EMP, Rahman Patur mengatakan, program itu diluncurkan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM) Papua melalui pengembangan kemampuan dan kompetensi di bidang teknologi dan komunikasi.

"Kami sadar bahwa kesiapan SDM Papua hari ini dalam menyongsong era Society 5.0 masih sangat minim," kata Rahman dalam keterangannya, Rabu (9/11).
"Jangan itu, beradaptasi dengan Industri 4.0 saat ini saja bisa dibilang SDM Papua hari ini masih jauh tertinggal dibanding daerah-daerah lain," imbuhnya.

"Jangan itu, beradaptasi dengan Industri 4.0 saat ini saja bisa dibilang SDM Papua hari ini masih jauh tertinggal dibanding daerah-daerah lain," imbuhnya.

Rahman menyampaikan, inti program Papua Digital Academy ini adalah memfasilitasi pelajar atau mahasiswa Papua, yang dimulai dari Bali dalam kompetensi digital.

Dia menuturkan, program ini melibatkan praktisi di bidang teknologi digital dan mentor-mentor yang punya pengalaman dalam hal penulisan dan desain digital.

"Untuk itu, harapan besar saya semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi pelajar atau mahasiswa Papua di Bali untuk kembali membangun Papua," terangnya.

Untuk tahap awal, Rahman menyebut program ini diluncurkan di empat wilayah. Selain Bali, Papua Digital Academy juga akan diadakan di Tangerang, Bandung, dan Semarang.

Rahman berharap, melalui program ini, pelajar atau mahasiswa Papua berkesempatan mengembangkan kemampuannya dalam hal penguasaan teknologi digital.

"Rencananya akan kami hadirkan juga di beberapa wilayah seperti Malang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Ambon, Ternate dan daerah-daerah yang banyak pelajar dan mahasiswa Papua di sana," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya