Berita

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir/Net

Politik

Demi Wibawa, Ketum Muhammadiyah Minta Negara Tidak Terlibat Kontestasi 2024

KAMIS, 10 NOVEMBER 2022 | 00:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Instrumen negara diminta untuk tidak terlibat dalam kontestasi politik, utamanya dalam menyambut gelaran Pemilu Serentak 2024

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, negara memang harus selalu hadir. Tetapi, tidak untuk berkontestasi.

"Cara selanjutnya adalah menghadirkan negara dengan segala kekuatan pranatanya, namun tidak ikut terlibat dalam kontestasi," kata Haedar dalam keterangannya, Rabu (19/11).


Bagi Haedar, kewibawaan negara penting dihadirkan sebagai penengah bila terjadi polarisasi di tengah masyarakat yang menyebabkan ketidakseimbangan di tubuh bangsa.

"Ini penting agar kita tidak terlibat dalam subjektivikasi politik yang akhirnya ketika terjadi pembelahan menyebabkan negara tidak bisa menjadi kekuatan yang berwibawa," katanya.

Lebih lanjut, Haedar memandang Pemilu 2024 merupakan kontestasi yang krusial. Dia berharap ada suasana baru yang membedakannya dengan tahun 2019, di mana pemilu menyisakan "pertikaian" yang seakan tak berujung.

Termasuk juga, kata dia, menghindarkan politisasi identitas agama, suku, ras dan golongan, bahkan ideologi tertentu.

"Apa sih suasana baru itu? Pertama, kita tidak mengulangi lagi yang selama ini kita resahkan bersama, dan pembelahan politik," katanya.

Selain itu, Haedar juga berharap kekuatan masyarakat seperti organisasi keagamaan, termasuk Muhammadiyah menjaga jarak dari kontestasi.

"Terkait ini, Muhammadiyah konsisten berada pada posisinya menjaga jarak," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya