Berita

Ilustrasi cuaca ekstrem/Net

Dunia

Jadi Negara Paling Berpolusi, China dan India Dituntut Bayar Kompensasi Iklim

RABU, 09 NOVEMBER 2022 | 18:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negara-negara kepulauan kecil di dunia menuntut China dan India untuk membayar dana kompensasi iklim karena keduanya merupakan produsen emisi terbesar dunia, meski berstatus sebagai negara berkembang.

Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, Gaston Browne yang berbicara atas nama Asosiasi Negara-negara Kepulauan Kecil (AOSIS) kepada wartawan di sela-sela forum iklim PBB (COP27) di Mesir pada Selasa (8/11).

"Kita semua tahu bahwa Republik Rakyat China, India, mereka adalah pencemar utama, dan pencemar harus membayar," ujar Browne, seperti dimuat Reuters.


"Saya tidak berpikir bahwa ada izin masuk gratis untuk negara mana pun dan saya tidak mengatakan ini dengan tajam," tambahnya.

Dalam pembicaraan iklim PBB, frasa "kerugian dan kerusakan" mengacu pada biaya yang telah dikeluarkan dari cuaca ekstrem atau dampak yang dipicu oleh iklim, seperti naiknya permukaan laut.

Meski menghasilkan emisi terbesar pertama dan ketiga di dunia, China dan India selama ini tidak dimintai tanggung jawab karena berstatus sebagai negara berkembang. Sehingga tuntutan kali ini menjadi yang pertama bagi dua negara tersebut.

Sampai saat ini, negara-negara yang rentan terhadap iklim telah meminta penghasil emisi seperti Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa untuk membayar reparasi iklim.

China sendiri sebelumnya telah mendukung pembentukan dana kerugian dan kerusakan, tetapi belum mengatakan harus membayarnya. Uni Eropa dan Amerika Serikat telah mengatakan China, penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, harus membayar.

Sementara India, meskipun merupakan penghasil emisi terbesar, memiliki emisi per kapita yang jauh lebih rendah daripada rata-rata dunia.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Melangkah Penuh Harapan, Pertamina Jaga Kesiapan Pasokan Jelang Idulfitri

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:10

Cerita Tobat Mantan Penambang Ilegal Pongkor

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:59

KPK: Tidak Ada Informasi Fadia Arafiq Ditangkap saat Bersama Gubernur Jateng

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:43

Antisipasi Perang Dunia, AHY Ajak Perkuat Soliditas Hadapi Skenario Terburuk

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40

Tips Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Khawatirkan Rumah Kosong

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:17

Presiden Prabowo Batal Hadir Bukber Partai Demokrat

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:09

Tak Benar MBG Ganggu Anggaran Pendidikan

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:02

Sudah Dibuka, Ini Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Pertamina

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:53

Spesifikasi Xiaomi 17 dan Daftar Harganya di Indonesia

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:38

Gubernur Jateng Bantah Bersama Bupati Pekalongan saat OTT KPK

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya