Berita

Tim pesepeda Chasing the Shadow Greenpeace diadang sekelompok orang di Probolinggo/Net

Politik

Sesalkan Tim Greenpeace Diintimidasi, Syahganda: Kampanye Greenpeace Sangat Relevan dengan Tema G20

RABU, 09 NOVEMBER 2022 | 04:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Banyak kalangan menyesalkan dengan kejadian penghadangan yang dialami aktivis lingkungan yang tergabung dalam Tim pesepeda Chasing the Shadow Greenpeace.

Tim pesepeda Chasing the Shadow Greenpeace diadang dan diintimidasi selama perjalanan ke Bali. Perlakuan itu mereka dapatkan mulai dari Semarang hingga Probolinggo.

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menyebut mereka dilarang berkampanye selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali berlangsung.


"Tim pesepeda sudah mengalami intimidasi sejak berada di Semarang, baik dari orang-orang tak dikenal maupun yang berseragam polisi," kata Leo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/11).

Kejadian tersebut, kata Ketua Lembaga Kajian Publik Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, justru menciderai makna besar Presidensi G20 yang salah satunya mengangkat isu transisi energi berkelanjutan.

"Saya berpendapat bahwa kampanye (Greenpeace) ini sangat relevan dengan salah satu tema G20, Sustainable Energy Transition," ujar Syahganda kepada wartawan, Selasa (8/11).

Kata dia, seluruh dunia saat ini berkepentingan atas kesuksesan G20 dalam membuat komunike bersama mengurangi emisi karbon, pengurangan energi fosil, dan mengurangi deforestasi hutan.

Greenpeace, lanjutnya, memang selayaknya ambil peran strategis pada event G20 ini. Setidaknya, sebagai bentuk kampanye pada tema G20 itu sendiri.

Sehingga, kata Syahganda lagi, dia sangat menyesali adanya pihak-pihak yang keberatan dengan aktifitas Greenpeace ini.

"Sebaiknya, pihak yang keberatan, percayakan saja pada pihak keamanan, jangan anarkis," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya