Berita

Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri/Net

Politik

Ketua Majelis Syuro PKS: Kebersamaan, Kunci Keberhasilan Bangsa

RABU, 09 NOVEMBER 2022 | 00:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kesatuan dan persatuan menjadi salah satu fokus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam mengupayakan kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Hal tersebut menjadi salah topik yang disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri saat melakukan dialog bersama tokoh lintas agama, budaya, dan organisasi di Pekanbaru akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, pada momentum itu hadir para tokoh lintas agama dari MUI, DDII, FKUB, para pejabat publik legislatif dan eksekutif, pimpinan dan pengurus ormas, organisasi sosial, perempuan, dan pemuda serta tokoh pengusaha.


Salim memastikan PKS akan terus mengajak berbagai elemen bangsa untuk bergandengan tangan, membangun kebersamaan dan kolaborasi untuk kemajuan bangsa.

"Kemajemukan bangsa Indonesia ini luar biasa. Ada banyak perbedaan bangsa kita. 17.508 pulau, 1.300 suku bangsa, 715 bahasa, 6 agama resmi," ujar Salim dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (8/11).

"Tapi diantara banyaknya perbedaan itu kita memilih untuk bersatu dan terus mengupayakan titik temu kebangsaan hingga kita bisa bertahan sampai hari ini," sambungnya.

Menteri Sosial periode 2009-2014 ini menyampaikan tiga pesan kebangsaan. Di mana yang pertama mengajak semua pihak untuk terus mencintai NKRI.

"Pesan kedua, kita semua juga pasti siap menjaga dan membela NKRI. Dan pesan ketiga, kita harus siap berkolaborasi untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia," urainya.

Menurutnya, berbuat untuk negeri ini pasti tidak akan berkesudahan sebagaimana menjadi bangsa Indonesia adalah proses yang panjang atau yang dia sering sampaikan dalam bahasa inggris "being Indonesia is never ending proces".

"Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa," tandasnya.

Ketua Persatuan Ulama Internasional ini melihat Indonesia punya potensi luar biasa, namun sayangnya belum bisa dikelola dengan baik. Sebab dia memandang Indonesia masih masuk kategori negara berkembang, sehingga harus terus berupaya untuk tidak kalah bersaing dengan negara-negara lain di dunia.

"Maka tugas kita membangun martabat bangsa sehingga diperhitungkan oleh bangsa-bangsa di dunia," ucapnya.

Sebaliknya, lanjut Salim, kita punya prasyarat dan peluang untuk menjadi bangsa maju karena sumber daya alam yang melimpah dan semakin baik kualitasnya.

Tak hanya itu, dia melihat hal itu juga didukung dengan karakter bangsa Indonesua yang luar biasa, di mana memiliki local wisdom yang santun, pemaaf, menghormati orang lain, solider, dan utamanya gotong royong.

"Ini bisa menjadi modal kemajuan bangsa di tangan pemimpin yang tulus. Dan tugas pemimpin untuk benar-benar melayani rakyat. Dengan karakter kebaikan bangsa Indonesia tersebut, memimpin bangsa ini tidak lah sulit," tuturnya.

"Yang diperlukan perhatian dan pelayanan yang tulus sehingga rakyat benar-benar sejahtera. Kebersamaan adalah kunci keberhasilan bangsa," pungkas Salim.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya