Berita

Kate Victoria Lim/Net

Publika

Kate Victoria Lim: Remaja Pemberani Pahlawan Generasi Penerus Indonesia

OLEH: JON MASLI*
SELASA, 08 NOVEMBER 2022 | 23:49 WIB

SAYA menonton wawancara Kate Victoria Lim di podcast Akbar Faizal yang asli etnis Sulawesi Selatan; podcast Refli Harun yang asli etnis Palembang; dan podcast Lieus Sungkharisma yang asli Tionghoa.

Mereka bertiga adalah tokoh nasional Indonesia yang kerap podcasting fakta-fakta dengan kritikan dan solusi membangun. Mereka terkesima dengan originalitas kepolosan curhatan anak kecil Kate Victoria Lim yang mengecam ketimpangan sistim peradilan Indonesia dengan segelintir oknum-oknum yang  berkuasa di institusi-institusi terhormat.

Saya pun ikut kagum dan terkesima seperti reaksi dari ketiga podcaster kondang yang lagi ngetop di Indonesia dan juga kini podcast-podcast mereka mulai viral di Amerika Serikat karena konsisten meliput tokoh-tokoh yang bermutu dalam podcastnya.  


Pada saat yang sama, saya juga tidak heran mengapa masih ada segelintir orang yang men cap bapak dan anak Alvin Lim dan Kate Victoria ini "mencari panggung" terutama dari segelintir oknum kalangan Tionghoa yang mungkin iri atau kurang nyaman dengan kegigihan duet anak bapak keluarga Lim ini.

Bukankah bapak anak keturunan Tionghoa ini berjuang menyuarakan genderang perang memerangi ketidak adilan di negeri ini dengan nyali berani mati untuk kita semua, the Indonesians! Bukan hanya untuk kepentingan mereka berdua yang sudah bernasib diciptakan Tuhan lahir sebagai orang Tionghoa di Indonesia! Ain't no way Jose, they are in fact doing this kamikaze for us, Indonesians of all etnicities!.

Sementara cokin-cokin kunyuk berpendidikan dan tajir yang nyinyir berkomentar negative ini sepertinya tidak sudi kalau melihat ada orang Tionghoa vokal yang menyuarakan ketidak adilan. Sepertinya mereka phobi dari sejak zaman Soeharto. Mereka sudah terbiasa cari aman, bahkan walau telah ada korban2 orang Tionghoa waktu tragedi kerusuhan berdarah Mei tahun 1998 pun mereka tiarap tidak melawan, bahkan banyak juga yang pindah negara! Dan sepertinya mereka sudah  melupakan dan memaafkan tragedi berdarah itu.

By contrast, di sisi lain, reaksi ribuan penonton podcast Akbar F, Refli H, dan Lius S yang merefleksikan sebagian besar masyarakat Indonesia yang beragam suku dan agama, bergema meledak mendukung curhatan hati anak remaja Tionghoa bernama Kate Victoria Lim generasi penerus NKRI yang berhati nurani merah putih.

Semoga curhat anak Tionghoa ini menjadi momentum kita semua orang Indonesia ikut mendukung perjuangan bapak anak ini dalam sejarah RI. Selamat berjuang Kate, kamu berjuang untuk kita semua orang-orang Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika yang selama ini selalu berharap agar sistem hukum peradilan dan pemerintahan masa depan NKRI yang lebih baik.

Tentunya termasuk kami orang-orang Tionghoa minoritas yg selama ini tidak berani bersuara, manut duduk manis nonton ludruk sinetron sistim demokrasi dan peradilan yang terkesan retorika belaka dari hari kehari.

Kate, persetan dengan segelintir cokin munafik yang berada di comfort zone itu. Mereka sudah nyaman, tiong-tiong bopien, pengecut tapi tajir berlimpah harta hidup serba mewah. Mereka menyinyir kamu dan papamu mencari panggung tapi they do nothing. Sontoloyo memang! Jangan peduli dengan nyinyiran mereka, Indonesia is a democratic country whereby everyone is free to express themselves.

Mereka hanya segelintir manusia munafik yang mengaku NKRI harga mati tapi pada kenyataannya hanya peduli cari kangtaw numpukin harta sepuluh keturunan, cari aman, tidak perduli akan menjadi apa negeri ini! Kita semua masyarakat Indonesia yang menginginkan sistem hukum peradilan yang sama, equality before the law tajam ke atas dan ke bawah,  dengan ini berdoa semoga Tuhan senantiasa melindungi perjuangan kalian, father and daughter. Amin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya