Berita

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Di Bawah Jokowi, Airlangga Hartarto Tokoh yang Program Kerjanya Dirasakan Pemilih Perempuan

SELASA, 08 NOVEMBER 2022 | 20:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi tokoh kedua setelah Presiden Joko Widodo yang program-program kerjanya dirasakan oleh pemilih perempuan dan dianggap membantuk perekenomian keluarga para pemilih perempuan.

Hal itu merupakan hasil survei yang yang dilakukan oleh Warna Institute dengan melibatkan 2.400 responden yang tersebar secara proposional berdasarkan jumlah pemilih kaum perempuan di DPT 2019 di 478  Kabupaten/Kota di Indonesia.

Direktur Eksekutif Warna Institute, Kristin Ervina mengatakan, hasil penelitiannya menemukan adanya preferensi pemilih perempuan terkait tokoh yang paling dirasa oleh kaum perempuan yang program-program kerjanya sangat dirasakan dan membantu perekonomian keluarga mereka.


"Tokoh tersebut di antaranya Presiden Jokowi yang dinilai hampir 88,7 persen program-programnya dirasakan oleh kaum pemilih perempuan, diurutan kedua Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang dinilai oleh 71,2 persen pemilih wanita," ujar Kristin dalam keterangannya, Selasa (8/11).

Selanjutnya kata Kristin, posisi ketiga adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan nilai 60,8 persen, keempat Menteri Keuangan Sri Mulyani 60,1 persen.

"Sementara tokoh-tokoh lainnya seperti Menhan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menperkeraf Sandiaga Uno, Ketua DPR RI Puan Maharani dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, program-program mereka hanya dinilai hanya bermanfaat oleh pemilih perempuan rata-rata di bawah 15 persen dari 2.400 pemilih perempuan," jelas Kristin.

Responden dalam penelitian ini adalah pemilih perempuan yang menggunakan hah pilihnya pada Pemilu 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan sebanyak 2.400 kuisioner yang dilakukan selama 14 hari sejak 13-27 Oktober 2022.

Semua responden adalah berjenis kelamin perempuan dengan hasil penelitian survei memiliki margin of error kurang lebih 2,02 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya