Berita

Prabowo Subianto saat sowan ke Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Kota Surabaya, Jawa Timur/Ist

Politik

Ke Surabaya, Prabowo Sowan ke Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar

SENIN, 07 NOVEMBER 2022 | 13:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertandang ke kediaman Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu malam (6/11).

Pada kesempatan ini Prabowo didampingi Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani beserta jajaran DPP Gerindra seperti Gus Irfan Yusuf Hasyim, Sugiono, dan Prasetyo Hadi. Serta jajaran DPD Gerindra Jatim, Ketua Anwar Sadad, Sekretaris Kharimas Febriansyah, dan Bendahara M. Fawait.  

"Saya sudah kenal lama, kita menyambung silaturahmi. (Soal Pilpres) ya tidak (tidak dibahas), namanya silaturahmi. Saya sudah hubungan lama dengan beliau, saya kira itu ya," ujar Prabowo usai pertemun yang berlangsung satu jam itu.


Sementara itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang turut mendampingi Prabowo menjelaskan, pertemuan antara Prabowo dan Kiai Miftachul banyak membahas nostalgia. Sebab, keduanya telah mengenal satu sama lain sejak dulu.

"Pak Prabowo mengenang kedekatan dengan para kiai NU yang sudah sejak zaman di tentara, diantaranya yaitu seperti KH Yusuf Hasyim, Mbah Djalil Pondok Peta Tulung Agung, KHR Asad Samsul Arifin, termasuk KH Miftachul Akhyar. Sehingga bisa dikatakan Pak Prabowo itu sudah NU sejak dulu," kata Muzani.

Prabowo juga mengenang masa ketika Kiai Miftachul Akhyar bersilaturahmi ke Hambalang ketika 2013 lalu. Kemudian Prabowo kembali mengundang Kiai Miftachul untuk datang kembali ke Hambalang.

Selain itu, Prabowo dan Kiai Miftachul juga berdiskusi mengenai peran dan upaya PBNU untuk aktif berperan dalam menciptakan perdaiaman dunia melalui forum G20. Sebagaimana agama itu sendiri diciptakan untuk saling berdamai antar manusia.

Di akhir pertemuan Kiai Miftachul membacakan doa untuk kebaikan-kebaikan bangsa dan negara ke depan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya