Berita

Cuplikan video pengakuan Ismail Bolong/Net

Hukum

Diduga Sebar Berita Bohong, PP HIMMAH Desak Polisi Tangkap Ismail Bolong

SENIN, 07 NOVEMBER 2022 | 12:09 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pernyataan bohong mantan anggota polisi Ismail Bolong terkait pengakuan setoran uang Rp 6 miliar kepada Kabareskrim Komjen Agus Andriyanto disorot oleh Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Alwashliyah Republik Indonesia (PP HIMMAH RI).

Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution  mendesak aparat kepolisian segera menangkap Ismail Bolong yang diduga telah menebar berita bohong.

Razak menjelaskan, perbuatan Ismail Bolong itu bukan hanya membuat gaduh tapi telah membuat nama baik Kabareskrim dan Polri tercoreng.


"Ini bukan cuma buat gaduh, tapi telah mencoreng nama baik Kabareskrim dan citra Polri itu sendiri," demikian penegasan Abdul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin pagi (7/11).

Selain itu, Abdul mendesak Polri untuk mengusut orang-orang yang terlibat dalam pembuatan dan penyebar video yang menjadi viral itu. Dengan terungkapnya pelaku yang memviralkan video itu akan memulihkan nama baik Kabareskrim dan citra Polri.

"Saya juga mendesak supaya orang-orang yang terlibat baik dalam pembuatan dan menyebar video itu di usut dan dipidanakan," pungkas Razak.

Sebuah video yang menampilkan pengakuan seorang laki-laki bernama Ismail Bolong yang menyetor duit tambang ilegal kepada Kepala Bareskrim Polri Komjen PAgus Andrianto.

Belakangan pria yang diketahui bernama Ismail Bolong (46), mantan anggota Polri di Polres Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas testimoninya soal penyerahan uang.

Ismail Bolong mengaku, video testimoni itu direkam Februari 2022 lalu di sebuah hotel di Balikpapan, Kaltim, dalam kondisi tertekan.

"Saya mengajukan permohonan maaf ke Pak Kabareskrim. Saat testimoni itu saya dalam tekanan dari Brigjen Hendra dari Mabes," demikian pengakuan Ismail Bolong.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya