Berita

Pegiat media sosial, Ade Armando/Net

Politik

Ade Armando Harusnya Sadar, Pilpres Lebih Kedepankan Gagasan, Bukan Mainkan Politik Identitas

MINGGU, 06 NOVEMBER 2022 | 12:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemilihan presiden (pilpres) seharusnya lebih mengedepankan ide dan gagasan bahkan rekam jejak, bukan soal kalah menang, apalagi dimainkan isu politik identitas seperti yang dilakukan oleh Ade Armando.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, dalam politik memang harus ada orang seperti Ade Armando, namun semestinya tidak diperankan oleh Ade Armando yang saat ini adalah seorang akademisi.

"Saya meyakini Ade Armando pun sadar bahwa pilpres mestinya lebih mengedepankan ide dan gagasan, bahkan rekam jejak. Bukan soal kalah atau menang, apalagi dihubungkan dengan politik identitas," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (6/11).


Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini melihat, pernyataan Ade Armando telah merendahkan dirinya sendiri sebagai sosok intelektual.

"Mestinya (Ade Armando) tidak kemudian memberikan narasi yang tidak mencerdaskan dan menekankan kepada politik identitas," kata Saiful.

Karena kata Saiful, mereka yang berasal dari ilmuwan dan kaum cendikiawan sejati akan merasa resah dengan pernyataan-pernyataan Ade Armando yang menyerang calon presiden yang diusung Partai Nasdem, Anies Baswedan.

"Kalaupun memang terpaksa harus ada, saya kira mestinya bukan seorang Ade Armando yang harus terjun dan melakukan yang demikian, karena degan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya masih banyak cara untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat luas," pungkas Saiful.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya