Berita

Ilustrasi/Net

Politik

JMMP Desak BPOM Bertanggung Jawab Soal Kasus Gagal Ginjal Akut

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 22:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penny Lukito selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) didesak untuk bertanggung jawab secara moral atas meninggalnya 157 anak akibat kasus gagal ginjal akut.

Desakan itu disampaikan elemen mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Muda Merah Putih (JMMP) saat menggelar konferensi pers di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/11)

Koordinator JMMP Febrianes mengaku sangat menyesalkan karena tidak ada satupun pejabat atau pihak terkait yang mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut.


"Sampai saat ini belum ada pejabat pemerintah yang bertanggung jawab dan diberhentikan terkait kasus gagal ginjal akut ini," sesal Febrianes.

"Untuk itu kami JMMP tegas mendesak Penny Lukito dicopot dari jabatannya selaku Kepala BPOM sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik," imbuhnya.

Febrianes juga meminta BPOM agar segera mencabut izin edar dan izin produksi sejumlah perusahaan yang terbukti memproduksi obat-obatan yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) sangat tinggi yang ditengarai sebagai sebab kejadian gagal ginjal itu.

"Kami juga mendesak BPOM mencabut izin edar dan izin produksi terhadap sejumlah perusahaan yang memproduksi obat-obatan dengan kandungan EG dan DEG sangat tinggi," jelasnya.

Terakhir, lanjutnya, JMMP mendorong agar Bareskrim Polri segera memeriksa oknum pejabat BPOM dalam dugaan lalai serta lemahnya pengawasan sehingga 157 anak meninggal dunia akibat kasus gagal ginjal akut.

"JMMP akan terus mengawal kasus meninggalnya 157 anak akibat gagal ginjal akut ini dan kami juga mendorong Bareskrim Polri agar segera memeriksa sejumlah oknum pejabat BPOM yang kami duga lalai dalam menjalankan kinerjanya," pungkas Febrianes.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya