Berita

Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu/Ist

Politik

Dukung Aher Dampingi Anies, Haru Suandharu: Sekarang Bagian PKS, Mengalah Sudah Pernah

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 11:07 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

DPW PKS Jawa Barat menyambut baik keputusan DPP yang mengusulkan mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, sebagai bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu mengatakan, keputusan DPP memilih Ahmad Heryawan merupakan langkah tepat. Sesuai harapan dan keinginan pihaknya, termasuk warga Jawa Barat.

"Saya kira itu keinginan kita semuanya, khususnya warga Jawa Barat. Kita sangat mendukung Kang Aher menjadi cawapres," kata Haru di Bandung, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (1/11).


Dikatakan Haru, Anies Baswedan dan Ahmad Heryawan adalah tokoh-tokoh nasional yang memiliki segudang prestasi. Sehingga, duet keduanya dipastikan akan membawa kebaikan bagi Indonesia ke depan.

"Tentu saja kita ingin yang terbaik, dan mudah-mudahan jadi kabar baik ke depannya, insyaAllah," ujar anggota DPRD Jabar tersebut.

Namun jika akhirnya bacalon wapres dari PKS tidak terpilih, Haru menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada DPP dalam melakukan komunikasi politik.

Sebab, dipilih atau tidaknya Ahmad Heryawan sebagai pendamping Anies Baswedan bergantung komunikasi politik bersama koalisi yang dibangun di tingkat pusat.

"Dulu Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Jakarta enggak ada kader PKS, kita jalan saja. Barangkali sekarang bagian PKS, kalau mengalah mah sudah pernah," tutupnya. 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya