Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah Anggap Erick Thohir Tidak Paham saat Bilang “Presiden Orang Jawa”

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 10:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang menyebut bahwa presiden RI terpilih setelah Joko Widodo (Widodo) di 2024 pasti orang Jawa, dinilai tidak etis.

Pasalnya, pernyataan tersebut bernuansa kesukuan yang itu notabene adalah politik identitas dan itu dilontarkan oleh seorang pejabat publik.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah dalam sebuah podcast di kanal YouTube Inilahcom bertajuk “Presiden Berikutnya Orang Jawa?” dikutip Selasa (1/11).


“Tidak etis dia (Erick Thohir) melakukan itu. Kalau orang lain mungkin bisa dipersoalkan secara hukum ya. Paling tidak ya tidak etis,” kata Fahri Hamzah.

Namun begitu, Fahri Hamzah menilai Erick Thohir tidak paham atas apa yang diucapkannya tersebut yang padahal itu bernada kesukuan atau politik identitas.

“Saya lebih mengatakan dia (Erick Thohir) kayaknya enggak paham,” cetusnya.

Sebab, kata Fahri, Erick Thohir akan sangat sulit memahami tema yang sangat rumit tentang filsafat, sejarah negara, sejarah konstitusi, hingga UUD 1945 dianggap remeh tentang persamaan hak setiap warga negara Indonesia.

“Karena sekali lagi, seluruh anak bangsa itu dijamin peluang yang sama, baik itu konstitusi Pasal 27 UUD 1945 tegas mengatakan segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tanpa ada kecualinya,” kata Fahri.

“Kalau itu sudah selesai, kita tidak boleh lagi persoalkan itu,” demikian Mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya