Berita

Jembatan gantung di atas Sungai Machchhu di Morbi, India, runtuh pada Minggu malam 30 Oktober 2022/Net

Dunia

Polisi India Tangkap 9 Orang yang Bertanggung Jawab atas Tragedi Jembatan Runtuh di Morbi

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 06:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi Gujarat pada Senin (31/10)  menahan sembilan orang yang diduga bertanggung jawab atas runtuhnya jembatan gantung yang menewaskan ratusan orang.

Mereka yang diduga bertanggung jawab adalah  petugas tiket dan pengelola. Namun, rincian orang-orang yang ditahan itu akan dipublikasikan nanti, sementara ini polisi akan terus fokus mengumpulkan siapa lagi yang terlibat.

“Sembilan orang telah ditangkap dalam kasus runtuhnya jembatan Morbi. Mereka termasuk dua manajer dan dua petugas pemesanan tiket dari kelompok Oreva yang mengelola jembatan,” kata polisi, saat mengumumkan penyelidikan kriminal atas tragedi yang mengejutkan negara itu.


Jembatan era kolonial di atas Sungai Machchhu penuh sesak dengan wisatawan yang menikmati perayaan liburan pada Minggu siang. Diperkirakan ada sekitar 400 orang yang lalu lalang di atasnya.

Jembatan berusia 140 tahun itu tiba-tiba runtuh pada Minggu malam, menjatuhkan ratusan orang ke dalam air.  Sebagian bergelantungan, berusaha bertahan sampai timpenyelamat datang. Sebagian lainnya berenang ke tepian samping berpegangan pada sesuatu agar tidak tenggelam.

"Orang-orang bergelantungan di sisa-setelah kecelakaan, tetapi mereka terpeleset dan jatuh ke sungai ketika runtuh," kata polisi, seperti dikutip dari Reuters.

Ada banyak yang tenggelam dan hilang. Laporan awal disebutkan 90 tewas,  puluhan lainnya luka-luka, dan sebagian lagi hilang. Pada Senin (31/10) polisi mengatakan junlah korban meningkat menjadi 134, termasuk anak-anak.

Ini adalah peristiwa paling memilukan dan mematikan dalam satu dekate terakhir.

Polisi terus berusaha menelusuri peristiwa tersebut. Dari rekaman CCTV terlihat beberapa anak usil mencoba mengayun jembatan dari sisi ke sisi.

"Sekitar 15-20 anak nakal menggoyang-goyangkan tali jembatan. Tiga kali terdengar suara bising dari jembatan sebelum ambruk," ujar polisi seperti dilaporkan ANI.

Staf manajerial dari pengelola jembatan, petugas tiket, dan tiga penjaga keamanan, akan dimintai pertanggungjawabannya karena gagal mengatur kerumunan.  

Polisi mengatakan bukan tidak mungkin akan ada lagki yang ditangkap seiirng berjalannya penyelidikan.

Grup Oreva, kontraktor yang berbasis di Gujarat, yang dikenal dengan proyek jam Ajanta-nya, adalah pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jembatan itu selama 15 tahun.

Jembatan tersebut sempat ditutup selama enam bulan untuk renovasi dan kembali dibuka untuk umum pada minggu lalu.

Namun, "mereka tidak memberi kami informasi apa pun bahwa mereka akan membuka kembali jembatan itu," kata seorang pejabat kotamadya Morbi.

Para pejabat mengatakan,  jembatan itu ambruk karena tidak bisa menampung jumlah orang di atasnya.

Jembatan bersejarah berusia 140 tahun yang memiliki panjang 230 meter dan dibangun pada masa pemerintahan Inggris pada abad ke-19 ini, merupakan obyek wisata yang menarik minat pengunjung terutama di akhir pekan dan selama perayaan Diwali baru-baru ini.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya