Berita

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menandatangani prasasti peresmian Masjid SMAN 6 Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat/Ist

Politik

Pimpinan MPR: Alokasi Dana Pendidikan Sangat Besar, Tapi Hasilnya Belum Memuaskan

SABTU, 29 OKTOBER 2022 | 13:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia sudah dilakukan dengan baik oleh pemerintah. Itu terbukti dari alokasi APBN untuk pendidikan yang nilainya mencapai Rp 621 triliun. Namun, angka cukup besar ini belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad sekaligus peresmian Masjid SMAN 6 Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/10).

Dalam APBN tahun 2023, kata Muzani, ada Rp 621 triliun yang digelontorkan negara bagi kepentingan pendidikan atau 20 persen dari total APBN yakni Rp 3.041 triliun.


"Jumlah ini sudah sesuai dengan amanat UUD 1945 yang menegaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN. Ini sudah berjalan baik dari tahun ke tahun, meskipun hasilnya belum memuaskan," ujar Muzani.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu menjelaskan, berdasarkan data World Population Review 2022, nilai rata-rata IQ penduduk di Indonesia adalah 78,49. Skor itu menempatkan Indonesia di posisi ke-130 dari total 199 negara yang diuji.

"Itu artinya kualitas pendidikan, kualitas SDM kita belum memuaskan karena IQ rata-rata masyarakat Indonesia hanya 78. Kita diurutan 130 dari 199 negara. Jepang adalah negara dengan IQ rata-rata tertinggi yakni 106,48," terangnya.

"Kemudian sistem pendidikan kita di urutan 54 dunia dari total 78 terbaik. Di urutan pertama ada Amerika Serikat, kedua ada Inggris dan ketiga Jerman," imbuhnya.

Oleh karena itu, Muzani berharap peningkatan kualitas pendidikan ini harus sejalan dengan besaran anggaran yang digelontorkan. Selain murid, hal lain yang perlu diperhatikan adalah peningkatan kualitas para tenaga pengajar di setiap sekolah.

"Karena dana pendidikan sebesar Rp 621 triliun ini harus dimaksimalkan penggunaannya, supaya anak-anak kita memiliki wawasan luas dan menjadi pemimpin-pemimpin yang berguna bagi bangsa dan masyarakat," katanya.

Pada sisi lain, Muzani turut bersyukur dan berbahagia karena pembangunan masjid yang dibantu anggota DPRD Jawa Barat Muhammad Syahrir, dapat digunakan sebagai ikhtiar memperkuat pendidikan akhlak, moral, dan keagamaan.

"Mudah-mudah dari masjid di sekolah SMA Negeri 6 Kabupaten Bekasi ini akan tercetak calon-calon pemimpin bangsa yang berkualitas, berakhlakul kharimah dengan wawasan yang luas baik keilmuan dan keagamaannya," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya