Berita

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M. Anwar/Ist

Nusantara

Lampaui Target Presiden, Walkot Jaktim Minta Angka Stunting Terus Ditekan

SABTU, 29 OKTOBER 2022 | 03:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M. Anwar, meminta angka stunting di Jakarta Timur terus ditekan kendati sudah mencapai 13,4 persen.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Saat ini, angka stunting di Jakarta Timur sudah melampaui instruksi Presiden RI dengan target 14 persen. Namun, Wali Kota meminta angka ini terus ditekan dan meminta dilakukan pemetaan dan analisa dari angka tersebut.


“Kita akan tekan terus bagaimana Jakarta Timur bila perlu zero (nol) stunting. Jadi kita upayakan terus pemetaan dan intergensi secara bersama dengan UKPD terkait,” ujar Wali Kota seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (28/10).

Wali Kota menyebutkan, perlu adanya kerja sama antar pemerintah dan masyarakat dalam menangani gizi buruk pada anak.

Salah satunya lebih aktif lagi dengan pemetaan untuk Pemberian Makan Tambahan (PMT), pemeriksaan dini pada ibu hamil sehingga anak-anak terlahir dengan sehat, hingga mengontrol lebih jauh pertumbuhan anak.

“Tentunya lebih baik mencegah ketimbang mengobati, kita lakukan sekarang untuk generasi ke depan. Kita akan tanggung jawab menciptakan generasi milenial yang berkualitas, tentunya bebas dari stunting,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya