Berita

Ganjar Pranowo (paling kanan) saat dinyatakan mendapatkan sanki teguran lisan karena nyatakan siap Nyapres/Ist

Politik

Siap Nyapres Berujung Teguran Lisan dari PDIP, Orang di Belakang Ganjar Lebih Kuat dari Jokowi?

JUMAT, 28 OKTOBER 2022 | 19:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkesan lebih kuat dari PDiP. Indikatornya, kesiapan mencalonkan diri sebagai calon presiden yang disampaikan di salah satu tv swasta hanya berujung sanksi ringan teguran lisan.

Nasib Ganjar berbeda dengan Dewan Kolonel yang dibentuk para anggota DPR pendukung Puan Maharani. Mereka mendapatkans anki keras dan terakhr.

Merespons hal itu, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, atas sanksi yang diterima Ganjar, dapat ditarik kesimpulan ada sosok kuat di belakang Ganjar Pranowo.


Pengamatan Jamiluddin, Megawati Soekarnopurri yang biasanya begitu kuat dan tegas, namun terhadap Ganjar terkesan lemah.

"Megawati seolah tidak cukup kuat berhadapan dengan Ganjar," demikian kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/10).

Ia mengaku heran, Dewan Kehormatan PDIP juga hanya memberi peringatan lisan kepada Ganjar yang menyatakan kesiapannya menjadi Capres. Sanksi yang diberikan kepada Ganjar itu terkesan sangat ringan.

"Karena itu, ada spekulasi kuatnya Ganjar karena ada orang kuat di belakangnya. Saking kuatnya, orang di belakang Ganjar diperkirakan lebih kuat dari Joko Widodo," demikian analisa Jamiluddin.

Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini membandingkan Ganjar lebih kuat dari Jokowi karena orang nomor satu di Indonesia itu kerap disebut Megawati sebagai petugas partai. Artinya, Megawati masih mempromosikan lebih tinggi daripada Jokowi.

Jamiluddin mengatakan, sangat menarik bila ada pihak-pihak yang dapat mengungkap orang kuat dibalik Ganjar.

"Ada kemungkinan mereka itu memilih kapital luar biasa besar sehingga begitu berpengaruh dalam perpolitikan nasional," pungkas Jamiluddin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya