Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla/Net

Politik

DPR Desak Pemerintah Telusuri Kasus Gagal Ginjal Akut di Daerah Terpencil

KAMIS, 27 OKTOBER 2022 | 21:04 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Bukan hanya di kawasan yang terjangkau, Pemerintah diminta aktif menelusuri keberadaan pasien gangguan ginjal akut yang ada dan tersebar di daerah-daerah terpencil.

Permintaan itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla, Kamis (27/10).

Ratu mengingatkan pemerintah jangan sampai kejadian ini menjadi wabah terutama di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Tercatat, 3 anak di NTT meninggal akibat gagal ginjal akut dari 4 anak yang terkonfirmasi.
 

 
“Yang sudah terkonfirmasi harus ada penanganan khusus gitu, harus Gercep (gerak cepat) mereka ditangani khusus, dan tentu tidak tinggal disitu saja.," demikian kata Ratu.

Ratu memintah Pemerintah harus terus mencari. Ia tidak ingin ada korban-korban atau masih ada anak-anak lain yang juga terkonfirmasi hanya belum terdeteksi.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II itu mendorong adanya upaya sosialisasi yang dilakukan pengampu pelayanan kesehatan di daerah.

Menurut Politisi Nasdem itu, pemahaman terkait gagal ginjal akut serta wabah-wabah yang berpotensi muncul di masa datang harus disampaikan kepada masyarakat oleh tenaga kesehatan di lapangan
 
“Sampai ke tingkat puskesmas, karena mereka kan yang bertemu langsung dengan masyarakat setiap hari. Masyarakat ke puskesmas tidak hanya berobat, tapi masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya