Berita

Diskusi publik tentang "Telaah Kritis Pembentukan Komponen Cadangan dan Dewan Keamanan Nasional dalam Perspektif Hukum dan HAM" di Semarang, Jawa Tengah/Ist

Politik

Pembentukan DKN Tidak Mendesak, Akademisi: Kita Harus Siap Judicial Review Jika Disahkan Presiden

KAMIS, 27 OKTOBER 2022 | 17:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ada banyak catatan yang harus dijelaskan pemerintah terkait rencana pembentukan Dewan Keamanan Nasional (DKN) yang akan dibakukan melalui Peraturan Presiden atau Perpres.

Dikatakan Dosen Universitas Negeri Semarang Arif Hidayat, salah satu persoalan yang harus dijelaskan pemerintah adaah aturan terkait krisis nasional dalam rancangan Perpres itu tidak jelas dan multitafisr.

Pandangan tersebut, disampaikan Arif Hidayat pada diskusi publik tentang "Telaah Kritis Pembentukan Komponen Cadangan dan Dewan Keamanan Nasional dalam Perspektif Hukum dan HAM" di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (27/10).


"(Permasalahan multitafsir) ini tentu akan menjadi masalah serius dalam pembentukan aturan hukum," ujar Arif.

Pembentukan DKN, lanjutnya, secara ketatanegaraan juga di pertanyakan urgensinya. Bagi dia, DKN tidak mendesak untuk rakyat dan justru berbahaya terhadap demokrasi.

Kata dia lagi, hal itu bisa dilihat dari spektrum ancaman yang  luas yang akan diurus DKN.

Arif pun menduga ada kepentingan tertentu di balik rancangan Perpres DKN ini. Dia Berharap, semua elemen bisa mengawasi wacana pembentukan DKN ini.

"Kita harus siap-siap untuk judicial review ke Mahkamah Agung kalau DKN ini disahkan Presiden," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya