Berita

Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan Anak Amelia Anggraini/Net

Politik

Soroti Kasus Ganguan Ginjal Akut, Nasdem: Ini Kejadian Luar Biasa, Mitigasi Mutlak Dilakukan

SABTU, 22 OKTOBER 2022 | 23:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Merebaknya kasus ganguan ginjal akut pada anak di Indonesia, bahkan jumlahnya kini sudah mencapai 241 orang berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), disoroti serius Partai Nasdem.

Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini, meminta kepada pemerintah khususnya Kemenkes untuk melakukan langkah mitigasi terhadap penyakit anak ini.

Menurutnya, gangguan ginjal akut pada anak merupakan kasus yang sering dan harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.


"Ini kasus luar biasa. Mitigasi mutlak perlu dilakukan agar kita mendapatkan solusi yang tepat," jelas Amelia dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (22/10).

Dari jumlah total 241 itu, Amelia mendapat informasi 133 anak di antaranya meninggal dunia. Dia khawatir, jumlah tersebut bukan menjadi yang terakhir, dalam arti berpotensi bertambah dari jumlah total yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia sekarang ini.

Salah satu langkah nyata, disarankan Amelia, adalah melakukan penyisiran di setiap fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang ditemukan kasus ganguan ginjal akut, baik mulai dari Puskesmas, Klinik, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

"Kementerian Kesehatan juga perlu melibatkan kader Posyandu yang dimana berkaitkan erat dengan anak Indonesia. Hal ini dilakukan agar datanya valid dan cepat tertangani," ucapnya mengimbau.

Yang tak kalah penting disuarakan Amelia adalah terkait langkah pencegahan fatalitas kasus gangguan ginjal akut pada anak ini. Dimana, Kemenkes sudah memastikan ada 4 jenis obat demam yang dilarang untuk diberikan kepada anak yang menjadi pengidapnya.

Untuk itu dia menyarankan pemerintah agar melakukan riset secara komprehensif untuk memastikan kandungan Eliten Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DG) sebagai variable utama penyebab gangguan ginjal dan faktor lainnya.

"Dengan kasus ini juga saya ingin bersuara bahwa penataan pharmacology obat dan makanan harus dibenahi," kata dia.

"Obat dan makanan yang aman perlu dijamin oleh lembaga yang kapabel, karena taruhannya nyawa," tandas Amelia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya