Berita

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun saat ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat/RMOL

Politik

Bukan Nasdem, Demokrat dan PKS Diprediksi Bakal Raup Coattail effect Besar dari Anies

JUMAT, 21 OKTOBER 2022 | 22:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pencalonan Anies sebagai Presiden pada tahun 2024 yang diinisiasi oleh Partai nasdem justru akan memberikan efek ekor jas atau coattail effect besar ke partai politik (parpol) lain.

Prediksi tersebut disampaikan pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun, saat ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/10).

Sosok yang kerap disapa Ubed ini menerangkan, prediksinya Nasdem tidak akan lebih besar mendapat coattail effect dari pencapresan Anies ketimbang dua parpol lain yang digadang-gadang bakal bergabung dalam satu koalisi mendukung sosok yang sama, yaitu PKS dan Demokrat.


"Saya rasa tiga partai itu akan dapat insentif politik. Cuma lebih besar Demokrat dan PKS daripada Nasdem," ujar Ubed.

Mantan aktivis 98 ini mengurai, sebab mengapa Demokrat dan PKS lebih banyak mendapat coattail effect adalah karena secara perspektif politik berbeda dengan Nasdem.

"Karena posisi oposisi, ya meskipun oposisi menurut saya tidak begitu radikal ya yang ditonjolkan oleh demokrat dan PKS itu kan oposisi yang setengah-setengah," tuturnya.

"Tapi dia mendapat insentif dan ada hope dari masyarakat bahwa masyarakat ingin kalau kelompok oposisi yang memerintah yang belum pernah memerintahkan mungkin perlu diberikan kesempatan," demikian Ubed.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya