Berita

Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra/Net

Politik

Sapu Bersih Jenderal Terlibat Kasus, Azmi Syahputra: Jenderal Sigit Ciptakan Peristiwa Perubahan

KAMIS, 20 OKTOBER 2022 | 21:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mereformasi institusi Polri dengan memecat sejumlah oknum kepolisian yang terlibat dalam beberapa kasus besar yang terungkap beberapa waktu belakangan dinilai sangat berani.

Hal tersebut disampaikan Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/10).

"Kapolri saat ini pemimpin yang menciptakan peristiwa perubahan. Bersih-bersih kepolisian dengan melakukan pembenahan menyeluruh, akibat dampak fenomena dan terungkapnya beberapa kasus-kasus yang menjadi perhatian publik yang dilakukan oleh beberapa petinggi Polri," ujar Azmi.


Azmi menyebutkan, beberapa kasus yang menjadi perhatian publik dan melibatkan beberapa perwiwa tinggi Polri adalah kasus meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigdir J) di Duren Tiga, bisnis judi online, hingga kasus jual beli narkoba.

"Itu membuat Kapolri begerak cepat, membuka dan membongkar sekaligus mengambil langkah tegas guna mereformasi insitusi Polri," sambungnya menegaskan.

Azmi melihat Jenderal Sigit yang sedang gencar membersihkan insitusi Polri ini bukanlah kerja mudah dan perlu keberanian, apalagi menurutnya langkah itu menyangkut reformasi kultural.

"Karena masih  banyak pejabat yang 'suka nostalgia' dengan kultur yang tidak bisa lagi dipertahankan di era keterbukaan informasi saat ini," tuturnya.

Oleh karena itu, Azmi memandang perlu bagi seluruh pihak untuk mengapresiasi sikap Jenderal Sigit, mengingat biasanya pimpinan akan berdalih "menanti putusan yang berkekuatan hukum tetap" atau inkracht.

"Namun dalam beberapa kasus Kapolri telah mengambil langkah tegas yang mendahului sebelum putusan berkekuatan hukum tetap," ucapnya.

Dari fakta itu, Azmi menyimpulkan sikap Jenderal Sigit adalah wujud kemampuan kepemimpinan Kapolri yang tangguh, dan telah nyata teruji di saat terjadi  tekanan dan krisis insitusi.

Bahkan dia menganggap Kapolri lebih mengikuti hati nuraninya dengan membersihkan internalnya daripada mengulur waktu dan energi yang berimbas pada biaya dan ujungnya membuat rapuh kepercayaan masyarakat pada insitusi yang berdampak ke kualitas penegakan hukum dalam negeri semakin terpuruk.

"Karenanya Kapolri hari ini menjadi salah satu pemimpin yang menciptakan peristiwa perubahan. Segala tindakan tegas yang telah diputuskan Kapolri dalam menangani kasus yang menyedot perhatian publik ini juga bisa menjadi rujukan yang dapat dikenang," tuturnya.

"Dan dipergunakan dalam praktik pemimpin organisasi penegak hukum di kemudian hari sekaligus khususnya semakin membangun institusi Polri yang lebih baik ke depan dalam mewujudkan Presisi Polri," demikian Azmi menutup. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya