Berita

Pertemuan para menteri keuangan dan bank sentral (FMCBG) G20 pada Sabtu, 16 Juli 2022/Net

Politik

Ekonom: G20 Bisa Bikin Indonesia Untung Berkali Lipat

KAMIS, 20 OKTOBER 2022 | 16:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ajang Group of Twenty atau G20 dinilai memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk bidang ekonomi.

Sekretaris Pusat International Center for Applied Finance and Economics (InterCAFE) LPPM IPB, Syamsul Hidayat Pasaribu mengatakan, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ini sangat memberikan keuntungan dari segi ekonomi bagi Indonesia.

Secara ekonomi, G20 meningkatkan pendapatan devisa negara karena mirip dengan kunjungan wisata sehingga perlu akomodasi yang tentunya memberikan keuntungan bagi Indonesia.


“G20 dinilai mirip seperti rangkaian acara olahraga internasional, yang mana bisa mencapai keuntungan Rp 1 triliun sampai Rp 2 triliun. Hal tersebut sangat mungkin untuk terjadi,” ucap Syamsul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/10).

Ia juga meyakini investasi pemerintah dalam rangkaian G20 bisa memberikan keuntungan hingga berkali lipat. Apalagi G20 tidak memusatkan rangkaian di satu tempat, namun berbagai lokasi lainnya seperti Bali, Papua, Jakarta, Bogor, Bandung, dan lainnya.

“Penempatan rangkaian G20 yang tersebar di seluruh Indonesia sangat baik untuk pemerataan daerah, sehingga mendapatkan dampak ekonomi yang baik dari terselenggaranya KTT G20 ini,” sambungnya.

Selain itu, G20 juga memberikan dampak signifikan bagi penanganan ekonomi Indonesia, salah satunya penyerapan tenaga kerja melalui pemberdayaan UMKM.

“Sebagai tuan rumah dari rangkaian acara ini, tentunya bisa mengatur untuk mengangkat tema berupa isu yang menjadi keresahan masyarakat. Hal ini dapat disesuaikan dengan kepentingan nasional,” demikian Syamsul Hidayat.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya