Berita

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco/Net

Politik

Sikapi Gagal Ginjal Misterius, Sufmi Dasco: Kemenkes Harus Tegas dan Jangan Abu-abu

KAMIS, 20 OKTOBER 2022 | 13:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Puluhan anak usia di bawah tujuh tahun meninggal dunia terserang gangguan ginjal akut lantaran mengonsumsi Paracetamol yang mengandung zat berbahaya seperti etilen-glikol dan dietilen gilkol.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Kementerian Kesehatan harus mengambil sikap tegas dengan melarang keras obat paracetamol di pasaran jika membahayakan anak-anak, bukan meyampaikan informasi yang abu-abu kepada masyarakat.

"Pemerintah harus tegas mengambil sikap, jangan disatu sisi menghimbau, tapi disisi lain ada pernyataan dari Wamenkes bahwa parasetamol aman,” kata Dasco kepada wartawan, Kamis (20/10).


"Pilihannya hanya boleh atau tidak boleh, jika dianggap tidak boleh, maka buat larangan segera bukan himbauan lagi. Jadi tidak abu-abu,” imbuhnya.

Dia menambahkan setelah adanya ketegasan dari pemerintah tersebut, pemerintah harus memberikan obat alternatif untuk mengurangi demam tinggi pada anak. Pasalnya, paracetamol merupakan kebutuhan baik dewasa untuk anak-anak jika terserang penyakit.

“Kita tahu semua bahwa parasetamol sudah menjadi kebutuhan pokok terhadap berbagai penyakit di keluarga. Tentu ketika parasetamol tidak diperjualkan sementara, lalu ada kebutuhan akan parasetamol, punya opsi lain,” katanya.

Dasco menyayangkan banyaknya informasi yang simpang siur beredar di masyarakat terkait kasus gagal ginjal akut misterius tersebut yang justru memperkeruh suasana disebabkan Kemenkes tidak memiliki sikap tegas tersebut.  

"Tidak seperti sekarang, masyarakat diberikan pernyataan sana-sini, ada dari kementrian, ada dari pejabat, ada dari organisasi dokter dan belum lagi analisa-analisa dari berbagai pihak. Dibutuhkan sebuah keputusan tegas, sambil menunggu penelitian berikan alternatif obat. Jadi tidak simpang siur,” ucapnya.

"Ketidaktegasan akan menimbulkan berbagai reaksi negatif dan fitnah. Maka putuskan segera, ya atau tidak, bukan himbauan apalagi perdebatan yang tidak perlu,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya