Berita

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson/Net

Dunia

Swedia Ikut Khawatirkan Ancaman Militer China ke Taiwan

KAMIS, 20 OKTOBER 2022 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meningkatnya ancaman militer China ke Taiwan menjadi sorotan Perdana Menteri Swedia yang baru, Ulf Kristersson.

Saat berpidato di depan anggota parlemen di hari pertamanya menjabat, Selasa (18/10), Kristersson menyampaikan kekhawatirannya.

Dalam pidatonya di bagian tentang kebijakan luar negeri pada Pernyataan Kebijakan Pemerintah, Kristersson mengatakan bahwa Swedia menghadapi tantangan kebijakan luar negeri, keamanan, dan pertahanan, terbesar di zaman modern.
Setelah mengutuk tindakan antidemokrasi Rusia dan menyerukan solidaritas Eropa, ia secara singkat membahas ancaman China.

Setelah mengutuk tindakan antidemokrasi Rusia dan menyerukan solidaritas Eropa, ia secara singkat membahas ancaman China.

"Retorika terbaru China terhadap Taiwan mengkhawatirkan," katanya, seperti dikutip dari Taipei Times, Kamis (20/10).

“Ancaman kekuatan militer tidak dapat diterima. Ini berlaku untuk semua negara, dan terutama bagi anggota tetap Dewan Keamanan PBB," katanya.

Hubungan Swedia-China, kata Kristersson, harus berlabuh dalam strategi Eropa bersama dengan hubungan transatlantik yang jelas.

“Swedia tidak akan pernah menerima bahwa negara-negara agresif melanggar kebebasan dan penentuan nasib sendiri negara-negara demokratis,” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Taiwan bereaksi atas pidato Kristersson dan menyampaikan terimakasih atas perhatian Swedia terhadap stabilitas di Selat Taiwan dan kecaman terhadap upaya China untuk mengubah status quo.

Taiwan dan Swedia berbagi nilai-nilai universal kebebasan, demokrasi, supremasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia, sementara juga menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh negara-negara otoriter, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Kementerian juga mengatakan telah meminta agar Misi Taipei di Swedia menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah baru dan Swedia, serta menyampaikan surat ucapan selamat dari Presiden Tsai Ing-wen.

“Taiwan berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah Swedia yang baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Kristersson untuk lebih memperdalam hubungan bilateral yang bersahabat di berbagai bidang,” katanya.

Kristersson, yang terpilih menjadi perdana menteri Swedia pada Senin lalu adalah pemimpin Partai Moderat konservatif, yang dalam beberapa tahun terakhir telah beberapa kali berbicara mendukung Taiwan di parlemen Swedia.

Pada bulan April, delegasi yang beranggotakan 11 orang dari Swedia mengunjungi Taiwan yang dipimpin oleh Boriana Aberg, kepala Asosiasi Parlemen Swedia-Taiwan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya