Berita

Presiden Jokowi saat datang ke Nasdem TOwer/Net

Politik

Meski Usung Anies Baswedan, Jokowi Tidak akan Berani Amputasi Nasdem

RABU, 19 OKTOBER 2022 | 04:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo diyakini tidak akan berani mengamputasi Partai Nasdem, meski sudah mendeklarasikan Anies Baswedan dijadikan Bacpares dan dekat dengan Demokrat.

Pandangan itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (19/10).

Menurut Dedi, dalam dunia politik sangat normal ada adega privat yang berkorelasi terhadap dinamika politik. Ia mencontohkan, peristiwa politik duduk satu mejanya antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)bersama JK dan Surya Paloh.


"Karena keputusan politik banyak yang dihasilkan dari pertemuan non formil, seperti yang ditampakkan oleh Surya Paloh, JK, SBY, Anies dan AHY," demikian kata Dedi.

Selama ini, dikatakan Dedi, hubungan privat yang sering ditunjukkan Surya Paloh ini bisa menunjukkan dua hal, ia dekat secara personal pada kolega elit politiknya, dan ini akan dianggap sebagai hubungan menuju kontestasi Pilpres 2024.

"Dan kedua, ini sinyal pada koalisi seberang, utamanya yang mulai gencar serang Nasdem, bahwa SP (Surya Paloh) tidak bisa didikte oleh siapapun," pungkasnya.

Namun demikian, Dedi menyarankan agar koalisi indonesai bersatu (KIB) segera berani dalam mengusung Capres.

"Artinya Paloh tetap loyal pada presiden sebagai mitra kerja, dan Jokowi pun rasanya tidak akan berani mengamputasi Nasdem dari kabinet," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya