Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an/RMOL

Politik

Kecenderungan Masyarakat Dekat dengan Figur, KIB Disarankan Segera Usung Capres

SENIN, 17 OKTOBER 2022 | 05:50 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sikap Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang disampaikan Ketua Umum Partai Golkar yang menunda deklarasi calon presiden (Capres) pada tahun 2023 memunculkan tafsir politik yang menarik.

Selain menarik, keputusan menunda Capres menandakan kerumitan, karena KIB adalah yang paling awal deklarasi ketimbang koalisi lainnya.

Pandangan politik itu disampaikan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin pagi (17/10).


Analisis Ali Rif'an, sampai hari ini belum ada sinyal siapa yang akan diusung sebagai Capres KIB.

"Kendati KIB membentuk fatsun politik atau program untuk koalisi. Jangan salah ini Pilpres," demikian Ali Rif'an mengingatkan.

Lebih lanjut, mahasiswa Doktor ilmu politik Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa untuk kontestasi pemilihan presiden (Pilpres), mengusung seorang figur Capres sangatlah penting.

Argumentasi mantan Manajer Riset Poltracking ini, di Indonesia kecenderungan politiknya, masyarakat secara emosional kedekatannya lebih kepada figur ketimbang partai.

Hasil riset terbaru ASI, diungkap Ali Rif'an, data masyarakat terhadap figur id mencapai 30 persen lebih, sedangkan terhadap partai (party id) hanyalah 13 persen.

Atas dasar itu, ia menyarankan agar KIB segera mendeklarasikan sosok Capres yang akan diusung.

"Mau enggak mau harus bicara figur. Kalau mau menang harus mengusung dan menentukan Capres," pungkas Ali Rif'an.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya