Berita

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo/Net

Nusantara

Stafsus Menag Imbau Guru Agama Jauhkan Murid dari Paham Ekstrimis di Medsos

JUMAT, 14 OKTOBER 2022 | 19:04 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Moderasi beragama diklaim salah satu solusi terbaik dalam mengantisipasi potensi konflik di Indonesia yang kaya akan keragaman.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo saat menyampaikan sosialisasi penguatan moderasi beragama bagi guru Pendidikan Agama Islam', Jumat (14/10).

"Potensi konflik di Indonesia sangat tinggi karena beragamnya agama, ras, etnis dan sebagainya. Untuk itu, implementasi moderasi beragama penting sebagai upaya untuk meminimalisir hal itu," kata Wibowo.


Wibowo lantas mengingatkan seluruh guru PAI untuk mengawasi peserta didik dari pengaruh paham ekstrimisme dan populisme berbasis agama di media sosial.

Dewasa ini, media sosial sudah menjadi akselerator dalam mentransformasi informasi kepada masyarakat lebih cepat. Oleh karenanya, dibutuhkan literasi digital agar kehidupan beragama di Indonesia tidak terpengaruh.

"Ini penting guru PAI untuk selalu mengawasi peserta didiknya dari pengaruh negatif media sosial," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Imam Buchori menempatkan guru PAI sebagai penggerak dalam kampanye moderasi beragama di sekolah.

"Ini perlu dilakukan oleh guru PAI untuk terus mendidik peserta didik dengan nilai moderasi beragama sejak dini," demikian kata Imam Buchori.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya