Berita

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali/Net

Politik

Nasdem Bisa Terdepak Kalau Jokowi Lakukan Reshuffle, Ahmad Ali: Tak Akan Mengubah Komitmen Kami

JUMAT, 14 OKTOBER 2022 | 09:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wacana reshuffle kabinet yang diungkap Presiden Joko Widodo dipandang sebagai respons dari kebijakan Partai Nasdem yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024. Terlebih, kemudian muncul pernyataan Ketua DPP Partai Nasdem Zulfan Lindan bahwa Anies adalah antitesis Jokowi.

Zulfan Lindan sendiri langsung dinonaktifkan oleh Nasdem setelah menyampaikan pernyataan yang membuat kubu PDI Perjuangan sedikit meradang itu.

Terkait rencana reshuffle yang berpotensi menggusur wakil mereka di pemerintahan, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, menyampaikan bahwa pihaknya melihat reshuffle adalah hak prerogatif presiden dalam menentukan para pembantunya untuk membangun pemerintahan.


Namun, dia berharap keputusan reshuffle oleh presiden bukan karena emosi.

"Jadi hak prerogatif presiden, sehingga tidak ada orang yang bisa mencampuri atau yang tahu kapan mau dilakukan reshuffle. Tapi apapun keputusan-keputusan pak presiden, bagi Nasdem itu selalu melihat bahwa reshuffle itu tidak didasari dengan kemarahan atau kebencian,” kata Ahmad Ali kepada wartawan, Jumat (14/10).

"Reshuffle itu adalah kebutuhan organisasi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle, maka tidak bisa diterjemahkan bahwa sedang ada faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi. Nasdem justru melihat bahwa ketika presiden melakukan perombakan maka hal itu pertimbangan yang besar bagi presiden.

"Jadi ketika kemudian dilakukan reshuffle, maka kita tidak bisa menterjemahkan bahwa karena A, B, C, D. Itu pasti, pertimbangan Nasdem adalah pertimbangan kebutuhan organisasi, kebutuhan pemerintah,” tuturnya.

Posisi Nasdem di pemerintahan sejak 2019, lanjut Ahmad Ali, telah berkomitmen dengan Presiden Jokowi untuk mengawal pemerintahan hingga akhir 2024.

"Ada atau tidak ada perwakilan Nasdem di pemerintahan, itu tidak mengubah komitmen Partai Nasdem. Karena Pak Surya (Paloh) bersama Pak Jokowi adalah koalisi tanpa syarat. Prinsip itu berlaku sampai dengan hari ini,” tegasnya.

"Jadi kalau kemudian terjadi reshuffle bukan karena persoalan-persoalan lain, tapi persoalan teknis. Itu aja,” tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya