Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/Net

Politik

Nyinyir ke Nasdem Pengaruhi Elektoral PDIP, Hasto Disarankan Fokus Perkuat Partai

KAMIS, 13 OKTOBER 2022 | 19:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tentang "bendera Belanda yang disobek birunya" yang diduga mengarah ke Partai Nasdem, diprediksi bakal mempengaruhi performa elektoral partai banteng moncong putih.

Analisis tersebut disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/10).

"Barangkali Sekjen PDIP (Hasto Kristiyanto) semakin menyerang Parpol lain secara membabi-buta maka akan mempengaruhi tingkat elektoral partainya sendiri," ujar Jerry.


Doktor ilmu komunikasi politik America Global University ini menyarankan Hasto lebih baik diam jika tidak ada Parpol lain yang menyerang PDIP.

"Sebaiknya keep silent and stay cool. Perkuat partai lebih baik ketimbang ngurus Parpol lain," tuturnya.

Lagipula, lanjut Jerry, ada hal yang lebih penting dilakukan PDIP daripada mengurusi Nasdem yang sudah memiliki Capresnya, yaitu Anies Baswedan.

Jerry melihat, meskipun jika dilihat sisi lain, saat ini Parpol yang dipimpin Surya Paloh itu masih bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu notabene adalah kader PDIP.

"Jadi dalam party capacity atau kapasitas partai, maka PDIP tak boleh intervensi siapa Capres yang dicalonkan Nasdem," demikian Jerry.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya