Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Afghanistan Kalah dalam Pemungutan Suara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB

KAMIS, 13 OKTOBER 2022 | 10:33 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Afghanistan gagal memenangkan kursi di Dewan Hak Asasi Manusia Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pemungutan suara di Majelis Umum, Rabu (12/10), Afghanistan hanya mendapat 12 suara di antara negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik.

Suara Afghanistan jauh lebih sedikit dibandingkan Bangladesh yang berhasil mendapatkan suara terbanyak, yakni 160 suara.


"Keanggotaan setiap anggota dewan adalah untuk masa jabatan tiga tahun dan hanya dapat dipilih kembali untuk satu masa jabatan berturut-turut, dan siklus keanggotaan tahunan akan dimulai pada 1 Januari,"  isi pernyataan PBB, seperti dilaporkan oleh media sosial BBC.

Nasir Ahmad Faiq, perwakilan Afghanistan di PBB, mengatakan dalam serangkaian tweet bahwa pencalonan Afghanistan untuk keanggotaan di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2023-2025, akan sangat sulit karena situasi yang terjadi di negara itu belakangan ini.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB memiliki 47 anggota dan merupakan pilar tertinggi hak asasi manusia di PBB, dan tugasnya adalah untuk menunjukkan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia di negara-negara.

Situasi hak asasi manusia Afghanistan telah memburuk terutama setelah Taliban berkuasa.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan pada Selasa agar PBB mengakui pemerintahan Taliban karena bagaimana pun Afghanistan adalah anggota penting di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan juga negara penting di dunia.

"itu sebab mengapa kami mendesak PBB untuk memberikan kursi kepada kami," katanya.

Tahun lalu, Taliban memperkenalkan Sohail Shaheen sebagai perwakilan mereka di PBB, yang kredensialnya belum diterima oleh organisasi ini.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya