Berita

Flyer undangan diskusi Sabam Sirait/Net

Politik

Satu Tahun Sabam Sirait, Pena 98: Beliau Kami Kenang Sebagai Guru Bangsa

RABU, 12 OKTOBER 2022 | 16:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sosok politisi senior Sabam Sirait merupakan guru bangsa bagi kelompok aktivis yang tergabung dalam Persatuan Nasional Aktivis 98 (Pena 98). Atas alasan itu, mereka akan menggelar acara mengenang satu tahun meninggalnya, mantan anggota DPR RI dan DPD RI itu.

Presidium Nasional Pena 98 DKI Jakarta, Fendy Mugni mengatakan bahwa acara tersebut akan digelar pada Kamis (13/10), bertepatan dengan tanggal kelahiran Sabam 86 tahun lalu.

"Pena 98 mengenang almarhum Sabam Sirait yang meninggal dunia di usia 85 tahun, setahun yang lalu. Namamu tetap kami kenang sebagai guru bangsa," ujarnya kepada wartawan, Rabu (12/10).


Dalam acara ini, akan ada diskusi bertema “Mempertahankan Demokrasi Pancasila di NKRI” di Gedung Joang, Jakarta. Diskusi sedianya akan menghadirkan Wantimpres Sidarto Danusubroto, anggota DPR RI Adian Napitupulu, aktivis Bursah Zarnubi, serta pimpinan organisasi ekstra kampus.

Menurut Fendy Mugni, Sabam Sirait telah mengajarkan banyak hal bagi para aktivis. Mulai dari demokrasi, keberagaman kesederhanaan, dan konsistensi.

Fendy Mugni menilai, Sabam adalah sosok yang selalu menjaga nilai–nilai Pancasila dan menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Untuk itu dia mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga semangat yang telah dgelorakan Sabam Sirait.

"Pengalaman dan perjuangan sepanjang hidupnya menjadi teladan bagi generasi selanjutnya. Persatuan adalah kekuatan yang jadikan Indonesia indah dalam keberagaman,“ kata dia.

Sabam Sirait meninggal dunia pada 29 September 2021 di RS Siloam Karawaci, Tangerang, Banten. Sabam yang lahir di Tanjungbalai, Sumatera Utara, tutup usia di umur 85 tahun.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya