Berita

Ketua Umum Partai Republikku Indonesia, Ramses David Simanjuntak/RMOL

Politik

Partai Republikku Indonesia Protes ke KPU RI Pertanyakan Hasil Verifikasi Administrasi Perbaikan

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 16:28 WIB

Hasil verifikasi administrasi perbaikan yang telah digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) sejak 15 September 2022 lalu diprotes Partai Republikku Indonesia yang karena dinyatakan dokumen persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu Serentak 2024 yang diperbaiki belum memenuhi syarat (BMS).

Hal tersebut dipersoalkan oleh Ketua Umum Partai Republikku Indonesia, Ramses David Simanjuntak, dengan menyambangi Kantor KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/10).

Ramses mengaku diterima anggota KPU RI yang mengepalai Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU RI, Idham Holik, yang mendapat penjelasan bahwa hasil verifikasi administrasi perbaikan belum diumumkan KPU RI.


Sehingga dia mengklaim, informasi yang beredar mengenai Partai Republikku Indonesia bersama dengan 3 parpol lainnya dinyatakan tidak lolos tahap verifikasi administrasi, karena mereka tidak dapat memenuhi syarat kelengkapan dokumen dan/atau data persyaratan yang harus diperbaiki, adalah tidak benar.

"Nah, dari sini saja sudah janggal. Di antara tiga (Parpol) ini (yang diinformasikan tidak lolos verifikasi adminsitrasi perbaikan), kita sudah paling lengkap," ujar Ramses.

Dia menuturkan, Idham Holik dalam pertemuan dengannya juga menyatakan bahwa KPU tidak pernah merilis berita tentang hasil verifikasi administrasi perbaikan, yang isinya menyatakan ada 4 Parpol termasuk Partai Republikku Indonesia tidak lolos.

"Karena belum diumumkan tanggal 14 (Oktober 2022). Pengumumannya harus menyertai tujuh Komisioner KPU, penandatanganannya. Ini baru pemberitaan," keluhnya.

Dari penjelasan pimpinan KPU RI tersebut, Ramses mengklaim Partai Republikku Indonesia telah memperbaiki seluruh dokumen-dokumen dan/atau data-data persyaratan yang memang belum memenuhi syarat menurut KPU RI.

"Partai Republikku Indonesia pada dasarnya sudah mengisi Sipol (sistem informasi partai politik) dan sudah lengkap, namun off pada jam 11 yang sesungguhnya kita pikir itu jam 24," ucapnya.

"Maka kita susun dengan fakta data hard soft copy, yang mana itu sudah dicek kemudian kebenarnya oleh Pak Idham Holik, tim teknis dan kepala bagiannya. Dan dinyatakan memenuhi syarat," demikian Ramses mengklaim.

Dalam Surat Keputusan KPU RI 383/2022, tahapan verifikasi administrasi berlangsung mulai tanggal 2 Agustus hingga 14 September 2022 terhadap 24 Parpol yang dalam tahapan pendaftaran pada 1 hingga 14 Agustus dinyatakan lengkap dokumen persyaratannya sebagai Parpol calon peserta Pemilu Serentak 2024.

Namun setelah dilakukan tahapan verifikasi administrasi tersebut, terdapat Parpol yang dokumen-dokumen dan/atau data-data persyaratannya dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS).

Bagi Parpol-parpol yang dinyatakan BMS, KPU RI memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan perbaikan mulai tanggal 15 hingga 28 September 2022.

Setelah masa itu, akhirnya KPU RI melalui Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Idham Holik menginformasikan, hanya ada 20 Parpol yang bisa dilakukan pemeriksaan dokumen persyaratan yang diperbaiki oleh KPU Kabupaten/Kota. Sementara ada 4 Parpol lainnya yang BMS.

Berikut ini daftar 20 Parpol yang dinyatakan MS dalam tahap ke-1 dan bisa masuk ke tahap ke-2 masa perbaikan dokumen persyaratan Parpol calon peserta Pemilu Serentak 2024:

1. PPP
2. PKB
3. PDI Perjuangan
4. Partai Nasdem
5. Partai Demokrat
6. PAN
7. Partai Gerindra
8. PSI
9. Partai Golkar
10. Perindo
11. PKN
12. PKS
13. Partai Gelora Indonesia
14. PBB
15. Partai Hanura
16. Partai Prima
17. Partai Ummat
18. Partai Buruh
19. Partai Garuda
20. PKP Indonesia.

Sementara 4 Parpol yang dinyatakan BMS dalam tahap ke-1 dan tidak bisa dilanjutkan ke tahap ke-2 masa perbaikan dokumen persyaratan Parpol calon peserta Pemilu Serentak 2024 antara lain:

1. Parsindo
2. Republik
3. Republikku Indonesia
4. Republik Satu.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya