Berita

Surya Paloh diyakini sulit menyetujui kalau Anies Baswedan berpasangan dengan AHY pada Pilpres 2024/Net

Politik

Wacana Duet Anies-AHY Berpotensi Terganjal Restu Surya Paloh

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 16:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Meski sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan untuk memilih sendiri pasangannya menuju Pemilihan Presiden 2024, Nasdem selaku partai pengusung dinilai belum tentu akan langsung setuju. Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem, Surya Paloh, tentu punya hitung-hitungan sendiri siapa pendamping terbaik yang akan mengantarkan Anies kepada kemenangan pada Pilpres 2024.

Alhasil, peluang Anies berduet dengan Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pun dinilai cukup berat. Salah satu alasannya adalah masih minimnya pengalaman AHY di pemerintahan.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, pasangan Anies-AHY belum konkret dan cenderung sulit untuk bersatu. Apalagi untuk memenangkan pertarungan di Pilpres 2024 mendatang.


"Sulit bersatu karena Demokrat pasti inginkan AHY sebagai cawapres, namun saya tidak yakin Nasdem akan begitu saja memberikan tiket kepada AHY," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/10).

Karena, lanjut akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, AHY belum memiliki pengalaman yang signifikan di dalam pemerintahan.

Hal itu diyakini menjadi alasan bagi Surya Paloh untuk menolak AHY sebagai pendamping Anies yang telah dideklarasikan sebagai bakal calon presiden (bacapres) dari Nasdem.

"Selain itu, Nasdem pasti mengusung Anies inginkan sebuah kemenangan, tidak mungkin dengan begitu mudahnya memberikan tiket kepada AHY sebagai cawapres. Nasdem menurut saya akan lebih condong kepada Andika Perkasa yang lebih jelas track record dalam pemerintahan," pungkas Saiful.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya