Berita

Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid/Net

Politik

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Habib Syakur Minta Kapolda Jatim Mundur

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 09:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Meski sudah ada 6 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Tragedi Kanjuruhan, sejumlah pihak masih merasa tidak puas.

Salah satunya adalah Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, yang menuntut agar Kapolri lebih tegas dalam menindak para tersangka dan pelaku utama yang menyebabkan lebih dari 130 orang meninggal dunia.

Habib Syakur berharap kasus ini bisa diselesaikan secara cepat. Sekaligus dapat membuktikan profesionalitas aparat penegak hukum dan membersihkan citra dunia persepakbolaan nasional yang sudah tercemar.


"Untuk membersihkan citra persepakbolaan kita dan menegakkan keadilan untuk ratusan orang yang meninggal, mau tak mau Kapolri harus bersikap tegas. Harus profesional agar masyarakat kembali percaya," kata Habib Syakur kepada wartawan, Senin (10/10).

Meski demikian, Habib Syakur berterima kasih kepada para penegak hukum karena beberapa orang pelaku penembakan gas air mata dan panitia sudah diproses hukum.

Namun hal tersebut, kata dia, belum cukup. Pasalnya, masih ada pihak yang diduga turut bertanggung jawab pada tragedi ini.

Salah satu pihak yang dianggap Habib Syakur harus ikut bertanggungjawab adalah Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta. Syakur mengatakan, Nico harus bertanggungjawab atas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jatim.

"Kapolda Jatim jelas bertanggungjawab. Sebab keamanan Jawa Timur adalah tanggung jawabnya. Harusnya dia paham dan tahu bahwa perhelatan akbar ini sangat sensitif dan mendapat perhatian besar dari masyarakat umum, tentu harus ada pengamanan ekstra dan profesional, bukan asal-asalan,” tuturnya.

Lanjut Syakur, ratusan orang yang meninggal di Stadion Kanjuruhan seharusnya menggerakkan hati nurani Kapolda untuk mengundurkan diri secara sukarela.

"Secara moral harusnya dia paham dan dengan penuh kesadaran harusnya mundur dari jabatannya. Untuk hal yang sebenarnya dapat dicegah dan ditangani secara manusiawi tanpa ada korban jiwa,” demikian Habib Syakur.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya