Berita

Ketum PP Muhammadiyah 2005-2010 dan 2010-2015, Profesor Din Syamsuddin/RMOL

Politik

Din Syamsuddin: Mari Wujudkan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah yang Bermartabat

MINGGU, 09 OKTOBER 2022 | 18:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan Aisyiah di Solo pada 19-20 November 2022 nanti diharapkan dapat berwujud muktamar yang lancar, berkualitas, elegan, dan bermartabat. Bahkan, dapat memajukan Muhammadiyah agar dapat memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah 2005-2010 dan 2010-2015, Profesor Din Syamsuddin dalam ceramahnya di Boja, Kendal pada Minggu pagi (9/10) yang merupakan pengajian dalam rangka Hari Bermuhammadiyah sekaligus menyambut Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiah.

Acara ini diikuti sekitar 2000-an warga Muhammadiyah yang memadati halaman Rumah Sakit Islam (RSI) Boja yang belum selesai. Hadir mewakili Bupati Kendal yang berhalangan hadir, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Sugiyono; dan Bupati Kendal 2005-2010 Nurmargasi yang juga merupakan tokoh Aisyiah; sejumlah anggota DPRD Kendal, para pimpinan dan warga Muhammadiyah dari berbagai cabang dan ranting se-Kendal.


Din Syamsuddin berharap, para peserta, peninjau, dan penggembira harus berangkat dengan niat suci memajukan Muhammadiyah agar Muhammadiyah dapat memajukan Indonesia bahkan mencerahkan semesta, seperti tema muktamar.

Karena kata Din Syamsuddin, Muhammadiyah sudah berpengalaman dalam menerapkan permusyawaratan yang elegan dan bermartabat.

"Maka oleh karena itu Muktamar Solo tentu harus lebih baik, lebih maju," ujar Din Syamsuddin dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/10).

Muktamar menurut Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu ini, adalah ajang silaturahim dan silatulfikri di antara sesama pejuang persyarikatan. Untuk itu diharapkan, Muktamar nanti dapat melahirkan keputusan-keputusan berkualitas untuk memajukan peran dan kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa dan negara, serta kemanusiaan universal.

"Alhamdulillah, Muhammadiyah dan Aisyiah tidak mengalami krisis pemimpin, karena banyak kader yang siap untuk melanjutkan gerakan Muhammadiyah ke depan," kata Din Syamsuddin.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dipimpin oleh dua professor dan intelektual ulama, yaitu Profesor Haedar Nashir, dan Profesor Abdul Mu'ti masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum kata Din Syamsuddin, sudah berhasil meningkatkan kiprah Muhammadiyah bahkan ke mancanegara.

Untuk itu kata Din Syamsuddin, kedua tokoh tersebut masih perlu diberi kesempatan untuk memimpin gerakan dakwah Muhammadiyah ke depan dengan membuka peluang bagi tampilnya tokoh atau kader muda Muhammadiyah yang mumpuni dan berintegritas.

"Tentang dirinya apakah maju sebagai anggota PP Muhammadiyah periode yad (menurut AD dan ART Organisasi dibolehkan karena sudah diselingi satu periode)" terang Din Syamsuddin.

Sementara itu, Din Syamsuddin mengaku tidak bersedia karena sudah memegang amanah sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah di tingkat kelurahan/desa, selain memberi kesempatan kepada tokoh atau kader Muhammadiyah lain.

"Bagi kita semua, apapun posisi kita di Muhammadiyah tidak masalah, yang penting kita tetap bisa berperan dalam dakwah Persyarikatan. Yang penting, Muktamar harus disapih dari intervensi pihak luar, yang ingin mengatur dan mendikte Muhammadiyah. Kalau itu ada dan terjadi maka akan menjadi malapetaka bagi Muhammadiyah dan juga Indonesia," pungkas Din Syamsuddin.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya