Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri/Ist

Politik

Firli Bahuri Ajak Dunia Usaha Hindari Perilaku Koruptif dalam Membangun Ekonomi NTB

JUMAT, 07 OKTOBER 2022 | 16:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pelaku dunia usaha di Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan dapat menjaga iklim usaha dan menghindari perilaku koruptif dan upaya suap kepada pemberi izin.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri saat menyelenggarakan bimbingan teknis pemberdayaan dunia usaha antikorupsi bertema "Mewujudkan Dunia Antikorupsi melalui Penanaman Nilai Integritas” bersama Pemerintah Provinsi NTB di Graha Bhakti Praja, Mataram, NTB, Jumat (7/10).

Dalam sambutannya, Firli Bahuri mengatakan, menurut data statistik tindak pidana korupsi hingga Agustus 2022, pelaku korupsi yang ditangani berdasarkan profesi jabatan sebanyak 1.444 orang.


Adapun dalam menjalankan tugasnya, KPK menggunakan strategi trisula pemberantasan korupsi, yaitu pendekatan pendidikan masyarakat, pendekatan pencegahan, dan pendekatan penindakan.

"Strategi itu sendiri tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan peran serta masyarakat di dalamnya. Untuk itu, KPK akan terus bersinergi dan terus berkolaborasi bersama seluruh pihak, termasuk dengan BUMN, BUMD dan swasta di NTB," ujar Firli.

Firli mengingatkan, perlunya mengetahui rambu-rambu agar tak terjerat tindak pidana korupsi, yaitu dengan tak melakukan persengkongkolan atau kolusi dengan penyedia barang/jasa atau para pihak, tidak memperoleh kickback, tidak mengandung unsur penyuapan dan tidak mengandung unsur gratifikasi.

Selain itu, seluruh pihak diminta untuk tidak melakukan tindakan yang mengandung unsur kecurangan dan maladministrasi, tidak berniat jahat dengan memanfaatkan kondisi darurat, serta tidak membiarkan terjadinya tindak pidana korupsi.

Kepada pelaku di dunia usaha NTB, Firli mengharapkan terjaganya iklim usaha dan kerjasama dengan para pemangku kepentingan. Di saat yang sama, perilaku koruptif dan upaya suap kepada pemberi izin harus dihindari.

"Ada peran pengusaha dalam peningkatan belanja konsumsi masyarakat, karena akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta akan meningkatkan investasi. Investasi nantinya akan mendatangkan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan belanja konsumsi dan mengatasi pengangguran," demikian Firli.

Dalam acara ini, turut hadir Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, Inspektur Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Ibnu Salim, serta sebagai peserta pejabat di lingkungan BUMD dan BUMN di wilayah NTB.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya