Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meninjau Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10)/Net

Olahraga

Jokowi Tak Soroti Gas Air Mata di Kanjuruhan, Komisi III DPR: Kurang Bijaksana

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 12:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi stadion Kanjuruhan Malang, disayangkan sejumlah pihak. Pasalnya, kepala negara tidak menyoroti perihal penggunaan gas air mata yang disebut-sebut sebagai pemicu kerusuhan hingga timbul korban jiwa.

“Betul (tidak menyoal penggunaan gas air mata). Kurang bijaksana,” kata Anggota Komisi III DPR RI fraksi Demokrat, Santoso kepada wartawan, Kamis (6/10).

Menurut Santoso, seharusnya aparat keamanan tidak menggunakan gas air mata di dalam stadion. Merujuk tragedi Kanjuruhan, ia pun meminta penggunaan gas air mata tidak digunakan lagi dalam menjamin keamanan pertandingan sepak bola.


“Jangan ada lagi gas air mata yang dibeli dari pajak yang rakyat bayarkan digunakan untuk 'membunuh' rakyat,” tegas politisi Demokrat ini.

Santoso juga berharap pemerintah tegas memberikan teguran berupa hukuman kepada aparat Polri yang lalai hingga menyebabkan tewasnya penonton di stadion Kanjuruhan.

“Berikan teguran hukuman kepada anggota Polri yang lalai menyebabkan tewasnya penonton. (Ini) momentum Polri melakukan perbaikan dalam penanganan massa jangan lagi bersifat refresif harus mengutamakan soft power,” cetusnya.

Di sisi lain, Santoso meminta pemerintah dan stakeholder terkait untuk memberikan bantuan terhadap para korban dan keluarga korban.

“Keluarga korban harus mendapatkan keadilan berupa; santunan, beasiswa kepada anak-anaknya yang bapaknya meninggal dunia,” tandasnya.

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan langsung ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Peninjuan ini, untuk mendapatkan gambaran Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 131 orang meninggal usai laga Arema Vs Persebaya pada Sabtu malam (1/10).

Pada kunjungan ke Stadion Kanjuruhan ini, Jokowi juga melihat langsung titik-titik di mana penumpukan massa terjadi. Katanya, permasalahan yang terjadi adalah pintu keluar yang dikunci dan kepanikan penonton menjadi sebab banyaknya jatuhnya korban saat kejadian.

"Itu nanti tim gabungan yang harus melihat secara detail, tetapi sebagai gambaran tadi, saya lihat itu problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga terlalu curam, ditambah kepanikan," kata Jokowi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya