Berita

Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat menonton sepak bola/Ist

Politik

Wasekjen Demokrat Desak Aturan Larangan Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Diterbitkan

RABU, 05 OKTOBER 2022 | 19:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pasca tragedi Kanjuruhan Malang yang menelan korban sekitar 131 jiwa, sudah seharusnya segera diterbitkan aturan mengenai larangan penggunaan gas air mata di stadion.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/10).

“Dari tragedi Kanjuruhan ini harus keluar aturan larangan penggunaan gas air mata di stadion. Karena soal arisan sial aja ini bagi kita semua yang biasa nonton di stadion,” kata Jansen.


Sebagai orang yang biasa nonton bola di tribun ekonomi, Jansen menilai langkah aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah tribun sebagai upaya pengamanan sudah salah kaprah.  

“Kalau pas tribun yang kita duduki itu yang ditembak, berabe juga sudah kita. Ini jadi jaminan keamanan kita semua kedepan,” sesal politkus muda Partai Demokrat ini.

Lebih jauh, Jansen turut berduka atas tragedi Kanjuruhan yang memakan korban jiwa dari Aremania hingga ratusan tersebut. Untuk itu, ia berharap segera terbit aturan mengenai keselamatan di stadion agar ke depannya peristiwa serupa tak terulang kembali.

“Kita semua berduka atas meninggalnya saudara-saudara kita Aremania. Namun agar kepergian mereka tidak sia-sia mari kita susun dan keluarkan segala aturan untuk keselamatan di stadion. Agar tragedi serupa tak terulang lagi. Termasuk semua suporter yang selama ini bermusuhan, waktunya berdamai!” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya